Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Ternyata! Ini Penyebab Uang Sejumlah Nasabah Bank Hilang Secara Misterius

Baru-baru ini 16 nasabah bank di Ngadiluwih mengaku kehilangan uang tabungan secara misterius.

Ternyata! Ini Penyebab Uang Sejumlah Nasabah Bank Hilang Secara Misterius
COASTAL 24
Skimming 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Baru-baru ini 16 nasabah bank Unit Ngadiluwih mengaku kehilangan uang tabungan secara misterius.

Nominal yang berkurang bervariasi antara Rp 500 ribu hingga Rp10 juta.

Nasabah baru menyadari kejanggalan itu ketika transaksi penarikan di ATM gagal atau menerima pesan singkat pemberitahuan transaksi debet yang tidak pernah dilakukan.

Dilansir dari Kompas.com, Senin (12/3/2018), Dadi Kusnadi, kepala cabang di Kediri menduga penyebab masalah itu adalah tindakan skimming.

Baca: Jumlah Nasabah BRI di Kediri yang Tabungannya Hilang Misterius Bertambah Lagi

Proses pencurian uang dengan modus skimming ATM ini sebenarnya adalah fenomena global.

Dilansir dari Tycois.com, skimming menjadi kejahatan industri elektronik yang tumbuh cepat karena sangat menguntungkan pencuri dengan risiko tertangkap yang rendah.

Skimming memerlukan WiFi Pocket Router lengkap dengan kamera yang dimodifikasi mirip penutup PIN pada mesin ATM.

Kemudian data stripe pada ATM akan dikirim secara nirkabel ke pencuri yang biasanya menggunakan laptop di area terdekat.

Data tersebut kemudian dapat diduplikat untuk dikloning pada kartu ATM kosong.

Kartu baru ini memungkinkan para pencuri untuk mengeluarkan uang dari rekening debet.

Pencuri biasanya merasa lebih mudah untuk menyerang ATM tak berawak.

Karena sebagian besar bank tutup di malam hari dan akhir pekan, pencuri banyak waktu untuk memasang dan melepas peralatan skimming tanpa gangguan.

Data skimming itu sendiri sebenarnya dapat diperjual belikan di pasar gelap kejahatan internasional.

Tidak hanya menekankan diri sendiri untuk berhati-hati, kasus semacam ini seharusnya menjadi rambu agar institusi keuangan segera membantu dan melindungi nasabah dari pencurian data dan keuangan pribadi.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Intisari
  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas