Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Harga Solar dan Premium tidak Naik, Pertamina Bakal 'Nombok'

"Kalau ada subsidi mungkin masih (nombok) Rp 1000 lah. Tapi itu dengan kondisi harga minyak sekarang," kata Arief

Harga Solar dan Premium tidak Naik, Pertamina Bakal 'Nombok'
TRIBUN TIMUR
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keputusan pemerintah untuk tidak mengubah harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar membuat PT Pertamina harus menanggung selisih harga kedua jenis BBM tersebut. Dengan harga minyak mentah yang sudah menembus US$ 60 per barel, selisih harga yang harus ditanggung Pertamina cukup besar.

Direktur Keuangan Pertamina Arief Budiman menyebut jika harga minyak stabil seperti saat ini, maka selisih harga premium mencapai Rp 800-Rp 1.000 per liter. Sementara selisih harga solar berkisar Rp 1.500-Rp 1.800 per liter.

Baca: Berpotensi Timbulkan Masalah, Rieke Minta PP Holding Migas Dikaji Ulang

Dengan tambahan subsidi pun, Arief mengaku Pertamina masih menanggung selisih harga solar. "Kalau ada subsidi mungkin masih (nombok) Rp 1000 lah. Tapi itu dengan kondisi harga minyak sekarang," kata Arief pada Rabu (14/3).

Makanya Arief berharap harga minyak bisa turun sehingga bisa membuat kondisi keuangan Pertamina menjadi lebih baik.

Pasalnya sejak tahun lalu Pertamina sudah menanggung selisih harga yang cukup besar terutama untuk premium yang sudah tidak lagi mendapat subsidi dari pemerintah.

Direktur Pemasaran Pertamina, M.Iskandar bilang pada tahun lalu hingga Desember 2017, selisih harga premium mencapai Rp 900 per liter dengan jumlah penyaluran premium mencapai sekitar 13 juta kilo liter (kl) yang terdiri dari penyaluran luar Jawa Madura Bali (Jamali) sebesar 7 juta kl dan penyaluran wilayah Jamali sekitar 5 juta kl.

Pada tahun ini kuota penyaluran di luar Jamali mencapai sekitar 7,5 juta kl. Sementara untuk wilayah Jamali mencapai sekitar 5 juta kl.

Untuk mengatasi tingginya penggunaan premium, Iskandar bialng Pertamina terus gencar melakukan promosi Pertalite. Diharapkan masyarakat mau beralih dari premium ke pertalite.

Saat ini pertalite dijual Rp 7.600 per liter. Total volume pertalite saat ini mencapai 14 juta kl per tahun.

Berita Ini Sudah Dipublikasikan di KONTAN, dengan judul: Harga tak naik, Pertamina tanggung selisih harga premium dan solar

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas