Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Konflik Suriah Memanas Diyakini Tidak Berefek pada Laju IHSG tahun 2018, Ini Alasannya

Indeks masih memiliki peluang menguat hingga akhir 2018 yang akan datang.

Konflik Suriah Memanas Diyakini Tidak Berefek pada Laju IHSG tahun 2018, Ini Alasannya
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Suasana aktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta Selatan, Senin (3/3/2014). Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan hari ini, melemah 36,01 poin atau 0,78 persen ke level 4.584,2. Sepanjang hari ini, indeks bergerak pada kisaran 4.567,76 hingga 4.589,93. Dari 489 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 91 saham menguat, 195 saham melemah, dan 203 saham stagnan. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gejolak yang terjadi di wilayah Timur Tengah dengan serangan Amerika Serikat ke Suriah menjadi perhatian dunia dalam beberapa waktu belakangan ini.

Pasar modal dikhawatirkan ikut terdampak dengan adanya konflik ini.

Pengamat Pasar Modal, Teguh Hidayat mengungkapkan bahwa apa yang terjadi di Suriah merupakan hal yang sudah terjadi sejak lama sehingga hal tersebut tak perlu dipusingkan oleh pelaku pasar.

"Sejak 2011 sampai sekarang, tak ada pengaruh signifikan terhadap pasar modal, baik secara global," kata Teguh kepada KONTAN, Minggu (15/4).

Apalagi, Indonesia baru saja mendapatkan peringkat yang bagus dari Moody's yang menjadi sentimen positif bagi Indonesia.

"Saya kira, hal ini akan menjadi sentimen positif jangka panjang, peningkatan peringkat merupakan kelanjutan dari kinerja beberapa tahun sebelumnya," kata Teguh.

Dengan anggapan bahwa Indonesia merupakan negara yang layak investasi, Indonesia kemungkinan akan dilirik oleh pasar global.

Baca: Rian PSI Beberkan Data Indeks Korupsi dan Kebebasan Berekspresi di Indonesia Lebih Baik dari Rusia

Dia juga mengatakan potensi kenaikan Moody's diikuti oleh lembaga pemeringkat yang lain seperti Fitch dan S&P juga terbuka lebar.

Namun, terkait dengan kenaikan peringkat beberapa emiten, Teguh menyebut bahwa hal tersebut hanya akan menjadi sentimen internal perusahaan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Kontan
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas