Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

BI Diprediksi Naikkan Suku Bunga Acuan 25 bps

Bank sentral akan menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan untuk menentukan kebijakan suku bunga acuan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank sentral akan menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan untuk menentukan kebijakan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate.

Kepala Ekonom Bank Mandiri, Anton H Gunawan dalam risetnya mengemukakan, BI diestimasi akan menaikkan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps) ke ke level 4,50 persen pada hari ini.

“Perkiraan kita 25 bps (kenaikan suku bunga)," kata Anton saat paparan ‘Indonesia Economic and Market Outlook Q2-2018' di Plaza Mandiri, Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Ia menguraikan, kenaikan suku bunga acuan BI perlu dilakukan guna meredam gejolak pelemahan rupiah. Dalam catatan RTI Infokom, rupiah sore ini berada di kisaran Rp 14.058 per dolar AS dari posisi awal dagang Rp 14.075 per dolar AS.

Day range rupiah berada di kisaran Rp 14.053 hingga Rp 14.083 per dolar AS. Pelemahan rupiah sejak awal tahun tercatat sebesar 3,76 persen.

Hal senada juga dikemukakan Ekonom Centre of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah. Ia mengatakan, kenaikan suku bunga acuan ini untuk menahan pelemahan rupiah lebih lanjut.

“Akan sangat bergantung juga dgn besarnya kenaikan suku bunga acuan. Kalau kenaikannya terlalu kecil kemungkinan akan ditanggapi negatif oleh pasar. Rupiah bisa bergejolak lagi,” kata Piter kepada Tribunnews.com, Rabu (16/5/2018).

Piter menilai, jika kenaikan suku bunga acuan sebesar 50 bps hal itu dinilai akan sesuai dengan ekspektasi pasar dab membuat rupiah kembali stabil dalam beberapa waktu ke depan.

“Kalau (kenaikan suku bunga) cukup besar sesuai ekspektasi pasar rupiah akan tenang dan dalam bbrp minggu ke depan bisa kembali ke level fundamentalnya,” pungkasnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Syahrizal Sidik
Editor: Sanusi
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas