Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Lebaran 2018

Produsen Daging Minta Pemerintah Konsisten Stabilkan Harga

Setidaknya, kata dia, pemerintah harus memiliki persediaan minimal 10 persen kebutuhan nasional agar kebutuhan barang terjaga selalu

Produsen Daging Minta Pemerintah Konsisten Stabilkan Harga
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan RI, Oke Nurwan berbincang dengan pedagang daging sapi saat melakukan pantauan harga bahan pokok jelang Lebaran 2018 di Pasar Kiaracondong, Jalan Ibrahim Adji, Kota Bandung, Selasa (12/6/2018). Pantauan harga yang dilakukan ke lima pasar tradisional di Kota Bandung itu memastikan yang perlu mendapat perhatian adalah daging ayam potong dan cabai merah tanjung yang harganya melonjak tinggi, sedangkan harga kebutuhan pokok lainnya masih terkendali. Harga daging ayam potong dari sebelumnya Rp 37.000 saat ini naik menjadi Rp 40.000 hingga Rp 43.000, sedangkan cabai merah tanjung menembus harga Rp 80.000 per kg. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Sanusi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengusaha dan produsen daging meminta pemerintah lebih konsisten untuk membuat harga daging stabil setiap tahun jelang hari raya.

Pasalnya, tahun ini jelang lebaran harga daging sapi mencapai Rp 130 ribu per kilogram.

"Harapan kami harga daging stabil, terjangkau dan ketersediaan barang selalu ada," ujar Dimas Wibowo Direktur Utama, PT.Suri Nusantara Jaya, salah satu pengusaha daging di sela bazar murah toko daging nusantara Jl. Raya Kranggan No. 45 Bekasi Jawa Barat, Rabu (13/6/2018).

Dia mengatakan, tiga poin itu sangat penting untuk dijalankan.

Setidaknya, kata dia, pemerintah harus memiliki persediaan minimal 10 persen kebutuhan nasional agar kebutuhan barang terjaga selalu.

Saat ini, kata dia, kebutuhan Indonesia 450 ribu ton untuk daging sepanjang tahun. Di mana 150 ribu ton untuk daging beku impor dan 300rb ton sisanya dari sapi hidup (impor maupun lokal).

"Sehingga saran kami agar pemerintah punya stok daging cadangan pemerintah layaknya beras, dengan perkembangan zaman yang berjalan saat ini daging beku dapat bertahan 2tahun lamanya (dalam cold storage)," imbuhnya.

Dengan begitu, menurutnya, pemerintah mungkin dalam hal ini BUMN yang mengurus bidang pangan bisa memainkan peran dalam hal management stock ya g baik.

Indonesia, tuturnya, harus punya stock yang cukup berlimpah, tidak hanya berkepentingan komersial belaka.

Negara harus hadir dan berperan lebih jauh untuk menjaga kestabilan harga ya g ada di pasar.

"Penerapan harga HET di pasar saat ini sudah cukup baik tinggal dibarengi dengan persediaan barang, yang kami butuhkan hanya kestabilan harga sepanjang tahun, ketersediaan barang, serta harga yang terjangkau. Insya Allah rakyat nya senang bisa harga yg terjangkau, BUMN-nya untung, pengusahanya happy juga," pungkasnya.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas