Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Kemenhub Tinjau Ulang Proyek Patimban dan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya

Kementerian Perhubungan menyatakan tengah mengkaji ulang proyek Pelabuhan Patimban dan kereta cepat Surabaya-Jakarta

Kemenhub Tinjau Ulang Proyek Patimban dan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya
Syahrizal Sidik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan menyatakan tengah mengkaji ulang proyek Pelabuhan Patimban dan kereta cepat Surabaya-Jakarta.

Hal itu dilakukan sebagai langkah efisiensi seperti yang diserukan Presiden Joko Widodo untuk meninjau kembali proyek infrastruktur yang memiliki ketergantungan impor yang tinggi.

Sekretaris Jenderal Kemenhub Djoko Sasono menyampaikan, evaluasi tersebut juga dilakukan Pemerintah untuk menyeimbangkan defisit neraca perdagangan.

Seperti diketahui, dalam catatan Badan Pusat Statistik, pada semester pertama 2018, neraca perdagangan masih mencatatkan defisit sebesar 1,02 miliar dolar AS.

Defisit perdagangan Januari-Juni 2018 terjadi karena secara kumulatif ekspor hanya sebesar 88,02 miliar sedangkan impor lebih tinggi, yakni 89,04 miliar dolar AS.

“Kita selalu memperhatikan beberapa variabel yang memang berkembang, salah satunya efisiensi,” tutur Djoko, dalam acara diskusi di Kementerian Kominfo, Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Seperti dijelaskan Djoko, untuk proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya saat ini sedang dilakukan kajian secara mendalam, sehingga nantinya, hasil kajian tersebut diharapkan bisa menghasilkan rumusan yang bisa memenuhi kriteria yang bisa disepakati untuk poyek tersebut.

Untuk Pelabuhan Patimban, menurut Djoko, diharapkan menjadi simpul transportasi yang lebih besar dan trennya mengarah pada pembangunan kawasan.

“Kami juga ingin Patimban punya efisensi yang tinggi, angka-angkanya sedang kita kaji,” imbuhnya.

Kementerian Perhubungan mengakui, saat ini terus berkomunikasi dengan Kementerian Keuangan dan Bappenas untuk membantu berbagai opsi pembiayaan lain untuk kereta cepat Jakarta-Surabaya di tengah terbatasnya anggaran dalam APBN.

“Kita mendorong dukungan yang kuat infrastruktur di sektor transportasi dalam negeri. Konektiviras memang membutuhkan biaya yang tidak kecil,” tandasnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Syahrizal Sidik
Editor: Sanusi
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas