Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pengusaha Dukung Pengelolaan Sampah Plastik Lewat Circular Economy

Tanpa melakukan pembatasan, kata Budi, sebenarnya banyak upaya yang dapat dilakukan dalam pengelolaan sampah mulai dari hulu hingga ke..

Pengusaha Dukung Pengelolaan Sampah Plastik Lewat Circular Economy
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM- Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (INAPLAS) menyambut baik langkah pemerintah derah DKI Jakarta dalam mengelola sampah di Jakarta.

Baca: Momen Iko Uwais Ambilkan Ponsel Wartawan yang Jatuh saat Premiere Film Mile 22 di Amerika

Namun, niat pemerintah daerah DKI untuk mengimplementasi Pasal 2, Peraturan Daerah No.3 tahun 2013 tentang Kantong Belanja Ramah Lingkungan, dinilai terlalu memberatkan industri karena pemahaman terhadap pasal tersebut diperluas menjadi pembatasan pengunaan kantong plastik.

“Kami tentu saja mendukung penuh upaya Pemda DKI untuk mengelola sampah, namun pembatasan kantong plastik justru akan memperlambat pertumbuhan ekonomi daerah karena mematikan industri, terutama industri kecil dan menengah yang bergantung pada penggunaan plastik sebagai kemasan,” ujar Budi Susanto, Wakil Ketua Umum INAPLAS dalam keterangan yang diterima redaksi.

Tanpa melakukan pembatasan, kata Budi, sebenarnya banyak upaya yang dapat dilakukan dalam pengelolaan sampah mulai dari hulu hingga ke hilir secara terpadu. Salah satunya dengan mengajak masyarakat untuk meningkatkan pemisahan sampah di sumber agar dapat didaur ulang.

"Dalam skala besar, banyak upaya pengelolaan sampah yang berguna yang telah terbukti efektif di luar negeri, seperti misalnya pengelolaan sampah menjadi energi atau listrik dan pencampuran sampah plastik pada pembuatan jalan aspal yang menambah stabilitas aspal,” tutupnya.

‎Menurut Budi, dalam mengatasi masalah sampah plastik, Pemda DKI Jakarta bisa menerapkan konsep circular economy, yang berfokus pada penggunaan barang-barang dengan maksimal dan mengubah barang-barang yang telah dipakai menjadi barang lainnya.

Terlebih, sampah plastik merupakan bahan yang dapat digunakan kembali, didaur ulang, ataupun ditingkatkan efektivitas penggunaannya.

“Sebagai perwakilan industri, kami mendukung Pemda DKI untuk menerapkan konsep circular economy ini karena dampaknya yang lebih positif terhadap perekonomian daerah dan dapat menambah lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” ujar Budi.

Kepala Laboratorium Teknologi Polimer Membrane Institut Teknologi Bandung (ITB) Ahmad Zainal Abidin menambahkan, rencana Pemda untuk melarang penggunaan kantong plastik guna mengurangi sampah malah akan menimbulkan masalah baru.

Menurutnya, seharusnya penggunaan kantong plastik tidak perlu dilarang atau dibatasi, melainkan konsep pengelolaan sampah plastiknya yang harus perbaiki.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kontan
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas