Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Sri Mulyani Ibaratkan Menjaga Stabilitas Ekonomi Seperti Menjaga Kesehatan

"Kondisi perekonomian saat ini seperti kita pelihara kesehatan, maka perekonomian kalau dipelihara juga akan kita lihat dinamikanya"

Sri Mulyani Ibaratkan Menjaga Stabilitas Ekonomi Seperti Menjaga Kesehatan
TRIBUNNEWS/APFIA
Sri Mulyani saat menjadi keynote speaker di acara Pendanaan Penelitian di Hotel Pullman, Jakarta Barat (13/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengibaratkan menjaga stabilitas perekonomian negara sama dengan menjaga kesehatan.

Dalam menjaga kesehatan maupun menjaga perekonomian Sri Mulyani menyatakan pihaknya pasti akan menghadapi faktor-faktor risiko dari luar maupun faktor internal.

"Kondisi perekonomian saat ini seperti kita pelihara kesehatan, maka perekonomian kalau dipelihara juga akan kita lihat dinamikanya, baik dari dalam maupun dari luar," kata Sri Mulyani saat menjadi keynote speaker di acara Pendanaan Penelitian di Hotel Pullman, Jakarta Barat (13/9/2018).

Baca: Faeroz Latihan MiniGP, Go-Kart dan Flat Track Bersama Pembalap Moto3 Nicolo Bulega & Marco Belli

Kalau di perekonomian, faktor dari luar tersebut disebutkan Sri Mulyani seperti gejolak global dengan adanya perang dagang Amerika Serikat (AS) dan kebijakan pemerintahan Donald Trump dengan menaikkan suku bunga dan mengurangi likuiditas.

"Hari ini kita melihat bahwa gejolak global yang berasal dari kebijakan moneter dari AS maupun di negara maju lainnya bisa mempengaruhi perekonomian global," kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani pun mengigatkan agar para pemangku kepentingan di sektor ekonomi meningkatkan kewaspadaan untuk menghadapi gejolak perekonomian dunia.

Adapun pemerintah juga melakukan langkah-langkah antisipasi dengan meningkatkan ekspor dan mengurangi impor untuk menjaga cadangan devisa nasional.

"Ini yang sedang kita hadapi di 2018. Oleh karena kita harus tingkatkan kewaspadaannya. Langkah keseimbangan ekspor dikurang impor karena capital inflow terganggu oleh kebijakan eksternal," ungkap Sri Mulyani.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas