Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Sudah 3 Tahun KPK Kawal Anggaran Kementan

"Ini semua untuk menghindari terjadinya korupsi atau penyalahgunaan anggaran," kata Amran

Sudah 3 Tahun KPK Kawal Anggaran Kementan
Dok. Kementerian Pertanian
Menteri Pertanian Amran Sulaiman 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Data pangan metode baru Badan Pusat Statistik, terus dijadikan sebagian kalangan untuk mendorong penegak hukum meneliti penggunaan anggaran Kementerian Pertanian (Kementan).

Sebagai langkah antisipasi dan upaya penyelenggaraan Pemerintahan yang bersih, Kementerian Pertanian sudah lebih dulu menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman secara khusus meminta KPK memeriksa semua anggaran.

Baca: Kementan: Demi Kemandirian Pangan, Gerakan Cinta Pangan Lokal Harus dengan Inovasi

"Ini semua untuk menghindari terjadinya korupsi atau penyalahgunaan anggaran," kata Amran.

Amran menjelaskan sudah 3 tahun Tim Investigai KPK memantau setiap kinerja. Prinsip kerja yang dilakukan adalah semua kegiatan yang dikerjakan dengan sangat hati-hati.

"Kegiatan dipantau sebelum terjadi kesalahan sudah terlebih dulu ditegur. Jadi pada prinsipnya semua kegiatan dilakukan dengan kehati-hatian, jika masih ada yang main-main maka akan ditindaklanjuti,"jelasnya.

Amran menambahkan sedikitnya ada 3 sampai 4 orang yang ditempatkan untuk mengawasi kerja Kementan.

"Kementan ingin terbebas dari KKN maka kinerja kami selalu diawasi oleh KPK sejak 2016. Khususnya Tanaman pangan ada satgas pangan, KPK, Kejaksaan, Polri semua kegiatan dipantau," jelasnya.

Pengamat Kebijakan Publik Digiplay Strategic Indonesia, Nur Fahmi BP menilai, Kementerian Pertanian telah optimal mengelola anggaran.

Fahmi mengurai beberapa indikator, di antaranya nilai tukar petani (NTP) sebagai potret kesejahteraan petani yang tren nya meningkat sesuai dengan laporan BPS.

"Lalu angka penduduk miskin di desa juga menurun. Mayoritas penduduk yang tinggal di desa bekerja sebagai petani," ucapnya menjelaskan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas