Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Bunga Pinjaman Fintech Mencekik Leher Nasabah, Bagaimana Tanggapan OJK dan Asosiasi?

Sekar mengatakan, tingkat bunga pinjaman tekfin saat ini sebetulnya telah disepakati dan diatur oleh para pelaku fintech yang tergabung di AFPI

Bunga Pinjaman Fintech Mencekik Leher Nasabah, Bagaimana Tanggapan OJK dan Asosiasi?
IST
Tingginya suku bunga yang dikenakan pelaku industri fintech terhadap debitur dan nasbahnya sejak lama dikeluhkan, termasuk juga praktik oknum debt collector yang meneror nasabah. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Syahrizal Sidik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Di masyarakat dan juga di media belakangan ramai diberitakan keluhan masyarakat nasabah debitur pinjaman dari perusahaan fintech atau tekfin peer to peer lending (P2P) yang mengenakan bunga sangat tinggi. Seorang warga Jakarta Utara kepada Tribunnews mengaku, bunga yang dibebankan kepadanya sangat mencekik leher, dan dihitung dengan perhitungan bunga harian.  

Dia juga mengeluhkan perilaku oknum debt collector yang setiap saat menelepon dan menerornya. Tidak hanya ke dirinya tapi juga ke nomor-nomor telepon yang ada di ponselnya, termasuk atasannya di kantor serta teman-teman dekatnya yang tak tahu menahu tentang pinjaman fintech yang dia ambil.

Lalu apa tanggapan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas maraknya keluhan semacam ini?

Juru Bicara Otoritas Jasa Keuangan Sekar Putih Djarot kepada Tribunnews.com menyatakan pihaknya mendorong penerapan disiplin pasar terkait bunga pinjaman maupun cara penagihan dari perusahaan teknologi berbasis keuangan.

Dia mengatakan, pendekatan disiplin berbasis pasar tersebut bertujuan untuk memperkuat struktur layanan jasa keuangan, melindungi konsumen dan menjaga stabilitas sistem keuangan.

Baca: Dokter Mengeluh, Biaya Operasi Cesar Sebelum Ada BPJS Kesehatan Rp 6 Jutaan, Kini Cuma Rp 4,3 Jutaan

Soal bunga yang mencekik leher nasabah, Sekar mengatakan, tingkat bunga pinjaman tekfin saat ini sebetulnya telah disepakati dan diatur oleh para pelaku fintech yang tergabung di Asosiasi Fintek Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).

“Kami mendorong penerapan market conduct terkait transparansi dalam rangka perlindungan konsumen. Mengenai cara penagihan dan tingkat bunga maksimal, sudah disepakati dan diatur sepenuhnya oleh Asosiasi Fintech yang mewadahi anggota fintech lending legal atau terdaftar di OJK,” kata Sekar Putih Djarot, Rabu (8/11/2018).

Wakil Ketua Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Sunu Widyatmoko, kepada Tribunnews.com bilang, sampai saat ini belum ada laporan adanya pelanggaran baik terkait cara penagihan ataupun bunga yang terlampau tinggi yang dilakukan oleh fintech P2P lending yang terdaftar resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca: Survei LSI: Partai Hanura dan PSI Bersama Empat Partai Lain Diprediksi Tak Lolos Ambang Batas

“Sampai sekarang belum ada laporan ke APFI,” kata dia, Selasa (6/11/2018).

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Syahrizal Sidik
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas