Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Kepala Bulog Menduga Pedagang Nakal Ubah Kualitas Beras Medium Jadi Premium

Kepala Perum Badan Usaha Logistik (Bulog) Budi Waseso menduga ada permainan dalam rantai distribusi beras ke pelanggan.

Kepala Bulog Menduga Pedagang Nakal Ubah Kualitas Beras Medium Jadi Premium
Youtube KompasTV
Budi Waseso atau Buwas 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Perum Badan Usaha Logistik (Bulog) Budi Waseso menduga ada permainan dalam rantai distribusi beras ke pelanggan.

Ia melihat ada indikasi pedagang nakal yang mengemas beras kualitas medium menjadi beras premium. Harga setara beras premium, namun kualitas setara beras medium.

"Kalau saya, dari penyuplai mencurigai ada yang mengubah beras medium ke premium," kata pria yang akrab disapa Buwas itu di Pasar Induk Cipinang, Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Sebab, ada anomali yang terjadi di pasar terkait penjualan beras. Kementerian Pertanian, Bulog, maupun Food Station memastikan stok beras cukup, bahkan berlebih. Namun, harganya di sejumlah tempat malah naik.

Selain itu, jumlah ketersediaan beras medium tak sesuai dengan apa yang telah disalurkan.

"Sekarang stok terbanyak premium ada 80 persen. Padahal kita tadinya menggelontorkan lebih dari 60 persen untuk beras medium. Tapi medium ini sudah kurang," kata Buwas.

Hal ini berdampak ke masyarakat yang jadi sulit mendapatkan beras medium. Tak hanya itu, konsumen yang membeli beras premium pun tertipu karena kualitasnya tak sesuai dengan standar.

Direktur Utama Food Station Arief Prasetyo Adi mengatakan, stok beras di food station sebesar 50.000 ton, dua kali stok yang dibutuhkan. Sehingga, dari sisi produksi bisa disebut cukup baik.

Sepakat dengan Buwas, Arief menduga ada keanehan pada stok beras medium di pasar. Beras jenis premium justru melampaui pasokan beras medium.

"Ini semacam fenomena baru. Medium sedikit, premiumnya 80 persen," kata Arief.

Perbedaan beras premium dan medium terletak pada kualitas pecah beras atau broken. Beras pecah pada premium ditetapkan 15 persen, sementara medium di atas 20 persen.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Buwas Curiga Pedagang Nakal Ubah Kualitas Beras Medium Jadi Premium"

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Sanusi
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas