Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Penguasaan Bahasa Inggris, Kunci Penting Menangi Persaingan Kerja di Era Industry 4.0

Secara keseluruhan ada tiga pondasi untuk menopang Industry 4.0. Yakni, Internet of Things, Artificial Intelligence dan Human-Machine Interface.

Penguasaan Bahasa Inggris, Kunci Penting Menangi Persaingan Kerja di Era Industry 4.0
HANDOUT
Indonesia Chief Representative Officer for nexgen English online. Co, Artnandia Priaji 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Memiliki karir gemilang jadi idaman siapa saja terutama kalangan milenial dan anak muda. Tapi seiring dengan berkembangnya teknologi, untuk meraih karir gemilang tak lagi cukup hanya dengan kerja keras.

Revolusi Industri 4.0 yang pertama kali dikenalkan di Jerman tahun 2011 telah membawa banyak perubahan yang sekaligus menjadi momentum penerapan ekonomi digital.

Secara keseluruhan ada tiga pondasi untuk menopang Industry 4.0. Yakni, Internet of Things, Artificial Intelligence dan Human-Machine Interface.

Di era Industy 4.0, selain kerja keras, angkatan kerja juga diharapkan melek teknologi dan fasih berbahasa Inggris mengingat bahasa ini telah ditetapkan sebagai bahasa internasional, bahasa bisnis dan bahasa teknologi.

Baca: Enam Produk Perawatan Kendaraan Genuine Ini Bikin Mobil Mitsubishi Selalu Oke dan Kinclong

Praktisi Human Resource yang kini bekerja di salah satu fintech company di Indonesia, Krisna Parapat, mengatakan, meski tidak berdampak langsung ke pendapatan, kemampuan berbahasa Inggris yang baik dapat memudahkan para angkatan kerja untuk meniti karir lebih gemilang di era Industry 4.0.

Baca: Rencana Wuling Motors Ramaikan Pasar SUV Mid-Size Indonesia

Lewat kemampuan ini mereka juga bisa meraih lebih banyak peluang karir di perusahaan multinasional dan startup.

Baca: Mesin Kedua Pesawat Lion Air PK-LQP Ditemukan dalam Kondisi Terbelah Empat

Bahas Inggris saat ini digunakan oleh 1.75 miliar orang di seluruh dunia. Selain itu, juga kini makin banyak multinational company menggunakan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi utama dalam menjalankan bisnis demi membangun komunikasi yang kuat antar tim di berbagai negara.

Jika kemampuan berbahasa Inggris tidak memadai, milenial akan sulit bersaing di peta persaingan kerja,

Indonesia Chief Representative Officer for nexgen English online. Co, Artnandia Priaji mencontohkan Hiroshi Mikitani, CEO Rakuten, perusahaan online market place terbesar di Jepang, Rakuten.

Baca: Keluarga Korban Sebut Manajemen Lion Air Tak Punya Empati, Rusdi Kirana Diminta Berdiri

“Dalam satu malam Hiroshi Mikitani menerapakan bahasa Inggris dalam komunikasi sehari-hari dan memaksa para karyawannya untuk belajar bahasa Inggris. Saat itu media menilainya keputusannya adalah hal yang bodoh. Namun keputusan itu membuat perusahaannya semakin kuat dengan tim yang beraneka ragam,” ungkap Artnandia Priaji.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas