Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Lion Air: Pemesanan Boeing Masih Sesuai Rencana Awal

Edward Sirait mengatakan, maskapai penerbangannya belum mengubah rencana pemesanan 190 pesawat jenis Boeing 737 Max.

Lion Air: Pemesanan Boeing Masih Sesuai Rencana Awal
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pendiri Lion Air Rusdi Kirana (kanan) didampingi Presiden Direktur Lion Air Edward Sirait (tengah) dan Managing Director Lion Air Daniel Putut Kuncoro Adi (kiri) berdiri menghadap keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 saat berlangsungnya sesi konferensi pers di Jakarta, Senin (5/11/2018). Dalam kesempatan itu sejumlah pihak terkait memaparkan perkembangan proses evakuasi korban dan pesawat Lion Air PK-LQP. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Direktur Lion Air Edward Sirait mengatakan, maskapai penerbangannya belum mengubah rencana pemesanan 190 pesawat jenis Boeing 737 Max.

Hal ini menjawab kabar bahwa Lion Air akan membatalkan pesanan mereka ke Boeing pasca jatuhnya pesawat PK-LQP di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin 29 Oktober 2018 lalu.

"Masih, masih (jadwal pengiriman sesuai rencana)," kata Edward Sirait di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Terkait kabar Rusdi Kirana, pemilik Lion Air, minta pemesanan pesawat senilai 22 miliar dolar AS dikaji ulang hingga dibatalkan, Edward belum bisa memastikan hal tersebut.

"Saya belum bertemu pak Rusdi, nanti dikonfirmasi dahulu," ujarnya.

Namun, Edward tak menutup kemungkinan adanya kajian ulang soal pemesanan tersebut. Lion Air, lanjutnya, masih menunggu hasil investigasi terkait jatuhnya pesawat tersebut.

"Saya tidak mengatakan ya atau tidak, tapi dari situasi ini kan kami akan mempelajari semua informasi dan data-data yang memang berkembang terkait kejadian ini," pungkasnya.

Sebelumnya, Reuteurs melaporkan pendiri Lion Air Indonesia Rusdi Kirana murka karena Boeing terkesan menyalahkan Lion Air atas kecelakaan itu. Padahal, perusahaan asal Amerika Serikat itu diketahui melakukan beberapa perubahan pada desain pesawat.

Sebuah sumber mengatakan, Rusdi meminta Lion Air mengkaji ulang pemesanan dan membuka kemungkinan untuk membatalkan pesanan yang tersisa dari Boeing.

Lion Air merupakan salah satu pelanggan terbesar Boeing yang saat ini memesan 190 pesawat yang total nilai pesanananya mencapai 22 miliar dolar AS. Saat ini, pesawat pesanan tersebut sedang ditunggu pengirimannya. Pesanan pesawat ini merupakan kelanjutan dari pembelian 197 pesawat yang telah dilakukan Lion Air sebelumnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Ria anatasia
Editor: Sanusi
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas