Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Kemahalan, Aptrindo Minta Tarif Tol Transjawa di Bawah Rp 1.000 Per Km Jarak Tempuh

Saat ini tarif tol Trans Jawa masih sangat tinggi bagi golongan 4 dan 5. Total tarifnya bisa mencapai angka lebih dari Rp 2 juta.

Kemahalan, Aptrindo Minta Tarif Tol Transjawa di Bawah Rp 1.000 Per Km Jarak Tempuh
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Antreain truk di Gerbang Tol Cikarang Utama, Jawa Barat, Jumat (8/6/2018). 

Laporan Reporter Kontan, Abdul Basith

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) mengapresiasi rencana tarif tol Trans Jawa di bawah Rp 1.000 per kilometer (km).

Wakil Ketua Aptrindo Kyatmaja Lookman bilang apalagi bila diterapkan bagi golongan 4 dan 5. Hal itu akan membuat truk logistik berpindah menggunakan tol.

"Kalau Rp 1.000 per km akan pindah ke tol, pengusaha pasti mau penambahan," ujar Kyatmaja saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (5/12/2018).

Saat ini tarif tol trans jawa masih sangat tinggi bagi golongan 4 dan 5. Kyatmaja bilang tarif tol trans jawa dapat mencapai angka lebih dari Rp 2 juta.

Hal itu hampir sebesar uang yang diberikan pada sopir truk sekali jalan. Satu kali jalan supir akan diberikan uang sebesar Rp 2 juta hingga Rp 2,5 jut untuk biaya jalan termasuk tol, bensin, makan, dan tambahan yang dibawa pulang.

Karena itu, pengemudi truk tidak akan memilih jalan tol. Padahal utilitas tol secara kecepatan bisa bertambah mengingat pengiriman Jakarta - Surabaya yang saat ini ditempuh selama 36 jam akan terpangkas setengahnya menjadi 18 jam dengan menggunakan tol.

Baca: Per September Total Utang BUMN Rp 5.271 Triliun, Total Aset Rp 7.718 Triliun

Meski begitu, bila tarif di bawah Rp 1.000 per km diterapkan hanya bagi golongan 1 juga akan membantu pengiriman truk. "Jalan biasa nantinya akan sepi untuk digunakan oleh truk," terang Kyatmaja.

Baca: Delapan Siswa SDN Pengasinan II Rawalumbu Keracunan Minuman Seduh Kadaluwarsa

Pasalnya kendaraan kecil seperti mobil pribadi dan bisa akan memilih menggunakan truk. Oleh karena itu volume kendaraan di jalan biasa akan berkurang.

Hal itu akan menurunkan kepadatan di jalan biasa. Dampaknya akan memangkas waktu pengiriman truk melalui jalan biasa.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas