Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Serikat Pekerja Ancam Mogok Kerja, PLN Pastikan Pasokan Listrik Tak Terganggu

PLN (Persero) memastikan pasokan listrik tetap aman apabila pegawai PLN melakukan aksi mogok kerja jika tuntutannya tidak dikabulkan

Serikat Pekerja Ancam Mogok Kerja, PLN Pastikan Pasokan Listrik Tak Terganggu
HANDOUT
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik tetap aman apabila pegawai PLN melakukan aksi mogok kerja jika tuntutannya tidak dikabulkan.

EVP Corporate Communications dan CSR PT PLN I Made Suprateka mengatakan, aksi Serikat Pekerja (SP) yang menyuarakan pendapatnya pada Rabu (5/12/2018) kemarin sama sekali tidak mengganggu operasional PLN.

"Saya kita tidak mungkin (terganggu pasokan listrik). Memang semuanya orang berdemo, kan tidak. Masih banyak orang PLN yang bagus-bagus, baik-baik, dan mengerti listrik ini mandat dari negara," ucap Made saat dihubungi Tribunnews.com, Kamis (6/12/2018).

Made mengatakan, aksi mogok kerja tidak bisa dilakukan sembarangan karena listrik adalah hak rakyat.

"Listrik itu menurut undang-undang adalah hak rakyat bukan kita jualan pisang goreng. Kalau pisang goreng bisa "rasain ga makan pisang goreng karena hari ini bisa gak jualan." tapi ini kan hak rakyat, implikasi hukumnya tinggi lho," tuturnya.

Menurut Made, PLN sesuai SOP terbuka untuk berkomunikasi dengan pegawainya asalkan mereka berasal dari Serikat Pekerja yang sah. Namun, hinggat saat ini Made mengklaim belum ada SP PLN yang legal dan memiliki perjanjian kerja bersama.

"Di PLN itu enggak ada (SP yang sah), mereka ada empat SP masing-masing mengaku sebagai SP. Mereka biar urusan dulu konsolidasi dulu baru buat SP yang sah. Kalau sudah ada yang sah baru bisa," jelasnya.

Made pun tak yakin ancaman mogok kerja yang disebut-sebut akan dilakukan sebanyak 35 ribu karyawan tersebut akan terealisasi.

"Jangan digede-gedein itu 35 ribu kan bluffing. Saya kira jangan terpancing atas hal itu," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Serikat Pekerja PT PLN (Persero) Jumadis Abda mengatakan, sebanyak 35 ribu pekerja PLN berencana melakukan mogok kerja jika tuntutanya tidak mendapat tanggapan dari pemerintah.

"Sekali Iagi hak mogok kerja adalah alternatif terakhir yang harus kami tempuh, ketika seluruh saluran yang telah kami lakukan termasuk meminta Presiden untuk turun tangan untuk menyelamatkan PLN buntu," kata Jumadis di Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Adapun tuntutan yang diajukan adalah mengganti Direksi PLN dan menarik kepemilikan kelistrikan di bidang pembangkit khususnya program 35 ribu Mega Watt (MW) dari swasta.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Ria anatasia
Editor: Sanusi
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas