Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Sistem Tarif dan Insentif GO-JEK Transparan Jadi Pemikat Mitra Driver Lain Bergabung

Alasan penurunan tarif GO-RIDE dipicu dari iklim persaingan bisnis sekaligus berdampak positif terhadap pendapatan mitra driver.

Sistem Tarif dan Insentif GO-JEK Transparan Jadi Pemikat Mitra Driver Lain Bergabung
Net
ilustrasi Go-Jek 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - GO-JEK menilai banyaknya mitra driver dari pemain lain yang bergabung disebabkan faktor sistem perhitungan tarif dan insentif GO-JEK yang transparan.

"Melalui aplikasi mitra, kami memiliki fitur catatan pembukuan pemasukan harian (daily income summary) agar mereka mengetahui secara jelas pendapatan yang didapat per harinya," kata VP Corporate Affairs GO-JEK Michael Reza Say dalam keterangan tertulis, Kamis (6/12/2018).

Uniknya, sambung Michael, bergabungnya belasan ribu mitra driver baru itu terjadi setelah penyesuaian tarif GO-JEK yang diterapkan beberapa waktu lalu.

Dia lantas menjelaskan lebih jauh seputar struktur taruf GO-JEK untuk layanan ride-hailing yang secara umum dibagi dua, yakni untuk mitra driver dan pelanggan.

Baca: Syahrini Pesan Busana ke Desainer Didampingi Reino Barack, Diamnya Aisyahrani Jadi Petanda

Lantaran dibagi dua, maka praktis penerapan tarif yang berlaku antara mitra driver dan pelanggan sudah pasti berbeda.

Alhasil, Michael menekankan data perbandingan tarif antara GO-JEK dengan kompetitor tak bisa dibandingkan begitu saja.

Baca: Biar Makin Pede, GO-JEK Beri Tips dan Trik Berbahasa Inggris Pada Drivernya

"Data perbandingan tarif GO-JEK dengan layanan sejenis yang disediakan kompetitor tidak bisa dibandingkan apple to apple. Sebab, tarif GO-JEK yang disebut itu merupakan tarif per kilometer yang dikenakan ke konsumen dan bukan yang diterima oleh mitra driver,” ujarnya.

GO-JEK, sambung dia, melakukan penyesuaian tarif dengan kondisi pasar ride-hailing belakangan ini yang disebut-sebut jauh dari kompetisi yang sehat.

"Dapat terjadi dominasi pasar yang bisa mengancam keberlangsungan para mitra driver,” terang Michael.

Baca: Tanggapi Polemik Ceramah Habib Bahar, Deddy Corbuzier Singgung Atta Halilintar dan Ria Ricis

Michael menerangkan alasan penurunan tarif GO-RIDE dipicu dari iklim persaingan bisnis tersebut sekaligus untuk menciptakan ekosistem permintaan dan penawaran yang berdampak positif terhadap pendapatan mitra driver.

Secara khusus, GO-JEK selalu memprioritaskan pendapatan dan kesejahteraan mitra driver. Dasar itulah yang menjadi landasan dalam kebijakan penyesuaian tarif.

"Selain melakukan penyesuaian tarif juga diiringi berbagai inisiatif untuk menambah jumlah pengguna dan jumlah order bagi mitra demi memastikan keberlangsungan pendapatan para mitra,” ucap Michael.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Fajar Anjungroso
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas