Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

BI Perkirakan Inflasi Awal Desember 0,3 Persen

Bank Indonesia menyatakan tingkat inflasi pada pekan pertama Desember tetap terjaga sebesar 0,3 persen secara bulanan

BI Perkirakan Inflasi Awal Desember 0,3 Persen
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
ilustrasi: Aceng Fikri (19), pedagang sayur melayani pembeli yang berbelanja cabai rawit domba di Pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa (3/7/2018). Memasuki pekan ketiga pascalebaran, harga cabai rawit domba di pasaran masih tinggi berkisar di harga Rp 58.000 - Rp 60.000 per kilogram. Tingginya harga tersebut dipengaruhi oleh pasokan yang masih minim. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Indonesia menyatakan tingkat inflasi pada pekan pertama Desember tetap terjaga sebesar 0,3 persen secara bulanan (mtm).

Hal itu disampaikan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara di Kompleks Bank Indonesia, Jumat (7/12/2018) berdasarkan survei pemantatan harga Bank Indonesia.

“Survei inflasi untuk minggu pertama Desember 0,3 persen, jadi kan kita kalau lakukan survei sampai minggu keempat kalau memang bisa bertahan di 0,3 maka year to date inflasi 2,81 dan year on year inflasi 2,81 persen juga karena sudah Desember,” ungkap Mirza.

Seperti dijelaskan Mirza, beberapa komoditas yang menyumbang inflasi pada pekan pertama Desember di antaranya adalah telur ayam ras 8,5 persen, bawang merah 6,6 persen, wortel 11,6 persen, dan kacang panjang 7,1 persen. Sedangkan, komoditas yang mengalami deflasi adalah ikan kembung 0,54 persen dan udang basah 0,32 persen.

Bank sentral, kata dia, bersama dengan pemerintah pusat dan daerah akan tetap menjaga tingkat inflasi hingga akhir tahun tetap terjaga di level 3 persen.

Pada Desember, tutur Mirza, biasanya aktivitas ekonomi dan belanja masyarakat akan meningkat menjelang Natal dan pergantian tahun.

“Aktivitas ekonomi juga lebih banyak. Makanya kita perlu menjaga inflasi barang-barang khususnya makanan supaya tetap rendah,” jelas Mirza.

Dengan tingkat inflasi yang terjaga, kata dia, paling tidak salah satu faktor yang bisa mempengaruhi kenaikan suku bunga bisa tetap dikendalikan.
“Karena ada dua hal kalau bicara suku bunga, satu tergantung inflasi kedua volatilitas kurs,” papar Mirza.

Untuk mengingatkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada Oktober 2018 terjadi inflasi sebesar 0,28 persen secara bulanan. Adapun, tingkat inflasi berdasarkan tahun kalender adalah sebesar 2,22 persen dan inflasi secara tahunan sebesar 3,16 persen.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Syahrizal Sidik
Editor: Sanusi
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas