Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Petani Terus Berproduksi, Bantu dengan Stabilisasi Harga

Adalah tugas Perum Bulog membuat harga gabah atau beras menjadi stabil.

Petani Terus Berproduksi, Bantu dengan Stabilisasi Harga
Tribunnews.com/ Rina Ayu
Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (26/3/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Adalah tugas Perum Bulog membuat harga gabah atau beras menjadi stabil.

Demikian ditegaskan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyusul perkembangan harga gabah yang mengalami penurunan pada beberapa wilayah di tanah air.

“Jika harga beras atau gabah di tingkat petani turun, Bulog membeli dari petani sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah. Sebaliknya, ketika harga beras naik, Bulog melakukan operasi pasar. Caranya, menjual stok yang dimiliki Bulog kepada masyarakat sesuai dengan harga acuan, “ ujar JK yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Bulog, dalam silaturahmi kebangsaan di Kota Makassar, Minggu (31/3/2019) kemarin.

JK menambahkan, menjaga stabilitas harga beras sangat penting, mengingat sebagian besar pengeluaran rutin masyarakat untuk belanja makanan.

“Sebanyak 60 persen (pengeluaran, Red) untuk makan. Karena itulah, ongkos hidupnya bakal naik. Sebaliknya, harga beras atau gabah tidak bisa begitu saja diturunkan. Sebab, bila harga beras atau gabah diturunkan, akan timbul masalah di kalangan petani. Di situlah fungsi Bulog (Badan Urusan Logistik, Red),” tambah JK.

Baca: Para Petani Antusias Bulog Berkomitmen Beli Gabah Mereka

Perhatian terhadap kesejahteraan petani kembali mengemuka, menyusul laporan BPS terkini yang menyebut harga gabah kering panen pada periode Maret 2019 turun, dan menyebabkan harga beras di penggilingan mengalami penurunan harga.

Imbasnya Nilai Tukar Petani turun, lantaran kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian lebih rendah dibandingkan dengan kenaikan indeks harga barang dan jasa yang di konsumsi rumah tangga.

Ketua Umum Pengurus Nahdlatul Ulama, Said Aqil Siraj mengamini apa yang disampaikan JK. Menurutnya pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) sudah melaksanakan fungsinya memompa angka produksi hasil pertanian.

“Kalau sudah jadi beras kemudian diangkut ke pasar, sudah bukan ranahnya Kementerian Pertanian. Apalagi soal harga,” ucap Said Aqil saat berbicara di Rakernas dan Konsolidasi Tani Nelayan Lembaga Pengembangan Pertanian (LPP) PBNU Se-Indonesia di Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Senin (1/4).

Namun begitu kesejahteraan petani tetaplah bagian dari tanggung jawab Kementan. Sehingga Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman tak tinggal diam. Menyikapi anjloknya harga gabah, Amran menyerukan larangan transaksi gabah yang tidak sesuai dengan keputusan presiden (keppres).

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas