Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Strategi Prabowo-Sandi Untuk Mengerek Tax Ratio Hingga 16 Persen

Saat ini batas PTKP Rp 54 juta per tahun. Artinya orang pribadi yang memiliki gaji per tahun di bawah Rp 54 juta tidak akan dikenai pajak.

Strategi Prabowo-Sandi Untuk Mengerek Tax Ratio Hingga 16 Persen
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Warga wajib pajak membuat laporan SPT Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bandung Cibeunying, Jalan Purnawarman, Kota Bandung, Kamis (29/3/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto mengkritik pemerintah saat ini karena tax ratio rendah. Menurutnya, tax ratio Indonesia seharusnya bisa mencapai 16% hingga 19%.

Untuk itu, Prabowo-Sandiaga akan menggenjot tax ratio mencapai 16% selama masa pemerintahan mereka. Target tersebut naik 4,5% poin dari tax ratio 2018 yang tercatat 11,5%.

Tax ratio adalah perbandingan antara penerimaan pajak terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka tax ratio kerap dipakai untuk mengukur kinerja pemungutan pajak.

Peningkatan tax ratio, jelas Prabowo, akan dilakukan dengan memangkas beberapa tarif pajak. Salah satunya adalah menurunkan penghasilan kena pajak (PKP) dengan meningkatkan batas penghasilan tidak kena pajak (PTKP).

Saat ini batas PTKP Rp 54 juta per tahun. Artinya orang pribadi yang memiliki gaji per tahun di bawah Rp 54 juta tidak akan dikenai pajak.

Baca: Di Sydney, Warga yang Akan Mencoblos Antre Sampai berjam-jam, KPU Diminta Evaluasi

Sedangkan pendapatan orang pribadi yang di atas Rp 54 juta per tahun baru dikenai pajak.

Pemangkasan tarif pajak perorangan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Sehingga untuk memenuhi permintaan masyarakat, dunia industri akan bangkit dan menciptakan lapangan kerja baru.

Baca: KPK: 63 Tahanan Akan Naik Mobil Beriringan Saat Mencoblos

Pada akhirnya tax ratio bisa ditingkatkan dengan adanya geliat agresif dari dunia usaha.

Selain itu, calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02 Sandiaga Uno juga menjanjikan penurunan pajak penghasilan (PPh) badan yang saat ini 25%.

Baca: Gangguan di Facebook, Instagram dan WhatsApp Jadi Trending di Twitter

"Sehingga kita bisa bersaing dengan negara lain dalam menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja. Bersama pemerintahan yang kuat, kita ciptakan pajak untuk pembangunan masyarakat," jelas Sandi saat debat pamungkas di Hotel Sultan, Sabtu (13/4/2019).

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

berita POPULER
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas