Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Garuda Indonesia Bukukan Laba Bersih 19,7 Juta Dolar AS di Kuartal I 2019

Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan usaha perseroan yang tumbuh sebesar 11,9 persen menjadi 1,09 miliar dolar AS

Garuda Indonesia Bukukan Laba Bersih 19,7 Juta Dolar AS di Kuartal I 2019
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Pesawat Garuda Indonesia Boeing 737-800 PK- GND membawa penumpang dari Jakarta mendarat mulus di Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, Kalimantan Timur, Selasa ( 20/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. mencatatkan kinerja positif sepanjang kuartal I 2019 dengan membukukan laba bersih sebesar USD 19,7 juta.

"Angka ini tumbuh signifikan dari rugi USD 64.3 juta di kuartal 1 2018. Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan usaha perseroan yang tumbuh sebesar 11,9 persen menjadi 1,09 miliar dolar AS," kata VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan melalui keterangan resmi, Rabu (24/4/2019).

Ikhsan memaparkan, kinerja positif tersebut ditunjang oleh lini pendapatan layanan penerbangan berjadwal sebesar 924,9 Juta Dollar US, tumbuh sebesar 11,6 persen dibandingkan periode yang sama di kuartal 1 2018.

Baca: Pebalap Rio Haryanto Jadi Pembeli Pertama Toyota C-HR Hybrid di Indonesia

Selain itu, perseroan mencatatkan pertumbuhan signifikan pada kinerja ancillary revenue dan pendapatan anak usaha lainnya sebesar 27,5 persen dengan pendapatan mencapai 171,8 Juta dolar AS. 

Baca: Kenakan Baret Merah, Prabowo Hadiri Ultah Ke-67 Kopassus di Cijantung

"Outlook kinerja positif yang dicapai perseroan turut sejalan dengan strategi bisnis jangka pendek Garuda Indonesia bertajuk “Quick Wins Priorities” dalam menunjang akselerasi bisnis perusahaan yang berfokus pada tiga hal, yaitu transformasi budaya perusahaan melalui pengembangan SDM, proses, dan teknologi," jelas Ikhsan.

"Lalu peningkatan pendapatan, dan terakhir memperbaiki struktur biaya namun tetap memprioritaskan pelayanan kepada pelanggan," imbuhnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Ria anatasia
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas