Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Progres Penyelidikan Dugaan Kartel Tiket Pesawat Jalan di Tempat

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) belum dapat menjawab lebih jauh terkait progres penyelidikan dugaan kartel tiket pesawat.

Progres Penyelidikan Dugaan Kartel Tiket Pesawat Jalan di Tempat
Kompas.com
Harga tiket pesawat yang meroket membuat agen tour and travel di Lampung sepi pemesan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) belum dapat menjawab lebih jauh terkait progres penyelidikan dugaan kartel tiket pesawat.

Komisioner KPPU Guntur Saragih menjelaskan pihaknya masih mengunpulkan bukti-bukti yang bisa membuat perusahaan penerbangan masuk dalam perkara kartel.

"Belum ada progres (dugaan kartel tiket pesawat). Jadi masih penelitian tapi berbeda dengan rangkap jabatan ya,” kata Guntur di Kantor KPPU, Senin (6/5/2019).

Menurut Guntur menyebut Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air berpotensi melanggar seperti adanya joint production.

“Kami ingin pasar itu tidak terpecah konsentrasi karena Garuda dan Sriwijaya mereka bukan perusahaan satu,” tuturnya.

Baca: Darmin: Harga Tiket Pesawat Bikin Resah

Sebelumnya KPPU sudah memanggil Indonesia National Air Carriers Association (INACA), Garuda, Sriwijaya, Wings Air, Batik Air, Citilink dan perusahaan travel agent untuk dimintai keterangan.

KPPU juga mengklaim sudah mendapatkan dua alat bukti melalui berbagai sumber mengenai dugaan adanya kartel tiket pesawat.

"Jadi kami sudah bisa memanggil dan sudah meminta untuk mendapatkan dua alat bukti. Indikasinya sudah ada yaitu dari berbagai media dan kita sudah memanggil juga INACA, Garuda, Sriwijaya, Wings Air, Batik Air, Citilink dan perusahaan travel agent," tambah Guntur.

Guntur menambahkan bahwa tahapan penyelidikan masih terus berlangsung maka dari itu kerjasama para pelaku usaha sangat diperlukan. 

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Fajar Anjungroso
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas