Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Kepemilikan Obligasi Amerika Serikat Oleh China Turun Tajam

Kepemilikan China atas obligasi AS menurun untuk pertama kalinya dalam empat bulan terakhir menjadi US$ 1,12 triliun di bulan Maret 2019.

Kepemilikan Obligasi Amerika Serikat Oleh China Turun Tajam
Sputnik News
Ilustrasi - Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Presiden China Xi Jinping 

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING -  Kepemilikan China atas obligasi Amerika Serikat (AS) berada pada posisi terendah dalam hampir dua tahun terakhir di bulan Maret 2019. Hal ini merupakan dampak dari ketidakpastian kesepakatan perdagangan antara Beijing dan Washington.

Melansir Reuters, Kamis (16/5), kepemilikan China atas obligasi AS menurun untuk pertama kalinya dalam empat bulan terakhir menjadi US$ 1,12 triliun di bulan Maret 2019.

Posisi ini merupakan yang terendah sejak Mei 2017 lalu yang sempat menyentuh US$ 1,1 triliun. Di samping itu, posisi di bulan Maret 2019 juga menurun pesat dari data bulan Februari sebesar US$ 1,13 triliun.

Terlepas dari penurunan kepemilikan obligasi treasury terebut, China tercatat masih menjadi kreditor AS terbesar di dunia.

Penurunan kepemilikan tersebut dipandang sebagai opsi tak biasa oleh sebagian analis. Hanya saja, hal seperti ini memang kerap terjadi dalam negosiasi perdagangan antar dua negara.

Sejak pekan lalu, ada spekulasi yang menyebut langkah China menjual utangnya merupakan balasan atas kenaikan tarif ekspor sebesar US$ 200 miliar oleh AS.

Baca: Pengedar Narkoba Ini Ditangkap di Depan Warung Kopi Saat Akan Bertransaksi di Jatiasih Bekasi

Kendati kepemilikan surat utang AS di China turun, negara lain seperti Jepang justru menaikkan kepemilikan obligasi menjadi US$ 1,07 triliun per Maret 2019. Tertinggi sejak November 2017 atau naik US$ 6 miliar dari bulan Februari 2019.

Sementara itu, investor asing tetap melanjutkan penjualan tresuri pada bulan Maret karena imbal hasil 10 tahun AS turun ke posisi terendah dalam 15 bulan terakhir. Sentimen ini muncul setelah Federal Reserve (The Fed) mengisyaratkan tidak akan menaikkan bunga di 2019.

Investor setidaknya sudah menjual sebanyak US$ 12,53 miliar surat utang Pemerintah AS di bulan Maret. Setelah pembelian di bulan sebelumnya sebesar US$ 19,91 miliar.

Tendi/Sumber: Reuters 
Artikel ini tayang di Kontan dengan judul Kepemilikan surat utang Amerika Serikat oleh China merosot

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas