Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Gubernur BI Proyeksikan Kurs rupiah Direntang Rp 13.900-Rp 14.300

Gubernur BI Perry Warjiyo memaparkan proyeksi ekonomi makro tahun 2020 pasca mempertimbangkan sejumlah dinamika global maupun domestik

Gubernur BI Proyeksikan Kurs rupiah Direntang Rp 13.900-Rp 14.300
Dokumentasi Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo optimistis, dalam lima tahun ke depan, pangsa pasar keuangan syariah Indonesia akan meningkat dari saat ini tumbuh di level 8,4 persen menjadi 20 persen. 

TRIBUNNEWS.COM - Bank Indonesia (BI) telah menetapkan sejumlah proyeksi untuk ekonomi makro tahun 2020. Hal ini dalam rangka proses penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020.

Dalam Rapat Kerja Pembahasan Pembicaraan Pendahuluan RAPBN 2020 dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2020 di Badan Anggaran DPR, Selasa (11/6), Gubernur BI Perry Warjiyo memaparkan proyeksi ekonomi makro tahun 2020 pasca mempertimbangkan sejumlah dinamika global maupun domestik yang terjadi sepanjang tahun ini.

Perry mengatakan, upaya mendorong pertumbuhan ekonomi di tahun 2020 akan lebih banyak mengandalkan ekonomi domestik, baik konsumsi maupun investasi. Namun, ini juga seraya mengutamakan stabilitas di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Untuk tahun ini, BI memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih rendah dari titik tengah kisaran 5%-5,4%. Ini berkaca dari pertumbuhan pada kuartal I-2019 yang hanya 5,07% lantaran tertekannya kinerja ekspor, serta investasi swasta yang belum meningkat secara cepat.

Adapun, Perry mengatakan, BI lebih optimistis untuk tahun 2020. BI memperkirakan, ekonomi nasional akan kembali membaik dan mampu tumbuh di kisaran 5,1%-5,5% pada tahun depan.

“Prospek ini ditopang oleh permintaan domestik yang meningkat, kinerja sektor eksternal yang mulai membaik, dan dari sisi permintaan domestik konsumsi diperkirakan tumbuh tetap tinggi dan investasi diperkirakan akan tumbuh meningkat,” kata Perry.

Pertumbuhan konsumsi rumah tangga diperkirakan stabil di kisaran 5%-5,4%. Konsumsi pemerintah tumbuh 3,7%-4,1%. Investasi tumbuh lebih tinggi dalam rentang 5,7-6,1%, disertai dengan kinerja ekspor yang jauh lebih baik pada level 4,4%-4,8%.

Sementara, pertumbuhan impor diperkirakan dalam kisaran 3,1%-3,5%.

Hingga 10 Juni lalu, BI mencatat kurs rupiah sebesar Rp 14.250 per dollar Amerika Serikat (AS) atau menguat 0,91% dibandingkan posisi pada akhir 2018 yaitu Rp 14.380.

Sementara, rerata nilai tukar rupiah tahun ini mencapai Rp 14.187 atau menguat 0,41% dibandingkan rerata tahun lalu sebesar Rp 14.246 per dollar AS. Tahun 2019, BI memperkirakan rata-rata nilai tukar berada pada kisaran Rp 14.000-Rp 14.400 per dollar AS.

Baca: Analisis Proyeksikan Mata Uang Rupiah Akan Melemah

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Kontan
  Loading comments...
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas