Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Menperin: Perang Dagang Jadi Peluang bagi Masuknya Investasi Manufaktur

ada beberapa industri asal China yang akan merelokasi pabriknya ke Asia Tenggara termasuk Indonesia yang menjadi tujuan utamanya

Menperin: Perang Dagang Jadi Peluang bagi Masuknya Investasi Manufaktur
Tribunnews/JEPRIMA
Ketua Panitia Gelar Batik Nusantara (GBN) 2019 Wida D Herdiawan bersama Ibu Wakil Presiden Mufidah Jusuf Kalla dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat meninjau beberapa booth yang mengikuti pameran GBN 2019 di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (8/5/2019). GBN 2019 mengusung tema Lestari Tak Berbatas, yang memiliki arti bahwa Batik sebagai warisan luhur tidak lagi berkonotasi kuno, sebaliknya Batik mencitrakan kebebasan, kedinamisan, serta keceriaan yang sesuai dengan gaya hidup di masa sekarang. (Tribunnews/Jeprima) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia terus berupaya agar investasi asing bisa segera masuk. Ini sebagai upaya mengambil celah melihat kondisi perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan ada beberapa industri asal China yang akan merelokasi pabriknya ke Asia Tenggara termasuk Indonesia yang menjadi tujuan utamanya.

“Mereka lagi memilah-milah sektor industri mana yang cocok masuk ke negara ASEAN. Di Indonesia mereka tertarik untuk melihat masuk ke industri yang bahan bakunya sudah siap,” kata Airlangga, Rabu (12/6).

Menurutnya ada perusahaan tekstil, garmen, alas kaki, makanan minuman yang sedang melihat lokasi baru di Indonesia. Hanya saja secara spesifik perusahaan belum dibeberkan.

Menurutnya bagi Indonesia, kondisi perang dagang tidak ada yang diuntungkan. Meski demikian, Indonesia bisa punya peluang karena negara Indonesia merupakan zona nyaman. Sebab dalam 20 tahun terakhir negara ASEAN dalam kondisi aman. “Indonesia negara demokrasi yang cukup solid. Ini jadi bagian yang sangat menarik,” katanya.

Sementara itu, beberapa saat lalu Menperin baru saja bertemu dengan para pengusaha Jepang yang tergabung dalam Keidanren di Tokyo. Beberapa pengusaha Jepang yang sudah ada di Indonesia melihat ada peluang investasi tambahan untuk ekspansi.

Airlangga menambahkan, Jepang adalah salah satu kisah sukses dari para investor yang ingin terus menanamkan modalnya di Tanah Air. Contohnya di sektor industri otomotif, sejumlah produsen Jepang skala global telah menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik hingga ekspor.

“Selain itu, Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe melihat negara Asia Tenggara terutama Indonesia punya basis kuat untuk penguatan ekonomi digital," lanjutnya. Di sisi lain, Menperin menambahkan perusahaan elektronik Jepang seperti Sharp berencana merelokasi pabrik yang berada di Thailand ke Indonesia.

Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian, Janu Sunaryanto menjelaskan pabrik tersebut merupakan pabrik mesin cuci dua tabung (tube). Jumlah tenaga kerja yang berada di Thailand mencapai 800 orang. Sehingga diperkirakan ada tenaga kerja baru yang terserap di Indonesia.

Sejatinya PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) memiliki pabrik mesin cuci berukuran kecil atau satu tube saja. Selain itu Sharp juga produksi LED TV yang berlokasi di kawasan Karawang International Industrial City (KIIC).

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Sanusi
Sumber: Kontan
  Loading comments...
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas