Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Cegah Predatory Pricing, YLKI Dukung Kemenhub Batasi Diskon Ojek Online

Larangan dari regulator itu bertujuan untuk menciptakan persaingan yang sehat, sehingga tidak terjadi predatory pricing atau

Cegah Predatory Pricing, YLKI Dukung Kemenhub Batasi Diskon Ojek Online
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Pengemudi ojek online (ojol) berada di area drop off, di Balai Kota Jakarta, Selasa (31/7/2018). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginstruksikan adanya tempat pemberhentian khusus bagi ojek online (ojol) di kantor-kantor Pemprov DKI. Area drop off untuk menurunkan dan menunggu penumpang sehingga tidak mengganggu lalulintas. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia tak mempermasalahkan wacana Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk melarang diskon tarif ojek online melebihi tarif batas bawah (TBB).

Menurut Ketua Harian YLKI, larangan dari regulator itu bertujuan untuk menciptakan persaingan yang sehat, sehingga tidak terjadi predatory pricing atau harga yang bisa mematikan pesaing lainnya.

"Diskon pada tarif transportasi online seharusnya tidak menjadi masalah. Asal tarif yang telah dipotong diskon oleh operator atau partnernya masih dalam rentang Tarif Batas Bawah (TBB) sampai dengan Tarif Batas Atas (TBA)," kata Tulus dalam keterangannya, Kamis (13/6/2019).

Seperti diketahui, batasan tarif ojek online sudah diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) No. KP 348 tentang pedoman perhitungan biaya jasa penggunaan sepeda motor yang digunakan untuk kepentingan masyarakat yang dilakukan dengan aplikasi.

Aturan ini mengatur ketentuan tarif transportasi online berdasar biaya batas bawah, biaya batas atas, dan biaya jasa minimal ditetapkan berdasarkan sistem zonasi.

Tulus mengatakan, diskon tarif dari operator tak masalah asal bermain di korido TBA dan TBB yang ditentukan regulator.

Baca: Bahas Aturan Main Diskon Ojek Online, Kemenhub Libatkan KPPU

"Tidak ada yg salah dengan diskon selama masih di rentang TBB-TBA. Sebab diskon salah satu daya pikat konsumen," ujar Tulus.

"Yang menjadi persoalan, kalau ada operator memberikan diskon tarif melewati batas yang telah ditentukan oleh Kemenhub dengan mematok di bawah TBB," imbuhnya.

Lebih lanjut Tulus menjelaskan, diskon tarif di bawah TBA justru bisa menciptkan persaingan yang tidak sehat, bahkan menjurus ke predatory pricing.

Menurutnya, Kemenhub perlu mengawasi supaya harga yang ditetapkan tidak menyalahi TBA dan TBB yang ada. Dia melanjutkan, regulator wajib memberikan sanksi kepada operator yg memberikan harga di bawah ketentuan Kepmenhub tersebut.

"Oleh karena itu YLKI meminta operator dan partnernya untuk konsisten dan mematuhi regulasi tersebut, agar diskon yang diberikan tidak melanggar TBB," jelas Tulus.

"Kemenhub harus konsisten dalam pengawasan baik terkait implementasi tarif TBA dan TBB, dan juga terkait standar pelayanan yang berdimensi keselamatan, safety," pungkasnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Ria anatasia
Editor: Fajar Anjungroso
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas