Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Negara Merugi Karena Anak Muda Bangsa Diracuni Narkoba

Menko Polhukam, Wiranto menyatakan dengan tegas bahwa negara ini sangat merugi karena banyak diantara anak muda bangsanya telah diracuni oleh narkoba.

Negara Merugi Karena Anak Muda Bangsa Diracuni Narkoba
dok. Humas BNN
Kepala BNN, Drs. Budi Waseso beserta Menkopolhukam, Wiranto, Kepala Kejaksaan Agung (Kejagung), H. M Prasetyo, Kapolri, Jendral Polisi Tito Karnavian, Kepala BNPT, Komjen Pol Suhardi Alius dan Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki, berkumpul di gedung Bina Graha, Jakarta Pusat dalam rangka press briefing 2 Tahun Kerja Nyata Jokowi-JK. 

TRIBUNNEWS.COM - Menko Polhukam, Wiranto menyatakan dengan tegas bahwa negara ini sangat merugi karena banyak diantara anak muda bangsanya telah diracuni oleh narkoba hingga kehilangan daya saing dan juga potensi.

Karena itulah, ia sangat mendukung upaya pemberantasan yang dilakukan oleh BNN.

Saat berdiskusi dengan awak media, Wiranto mengungkapkan korban narkoba sangat memprihatinkan.

Ia menyebutkan, antara empat hingga lima puluh anak bangsa ini meregang nyawa akibat narkoba.  

“Yang mati sudah banyak, apalagi yang setengah mati, pasti juga banyak”, imbuh Wiranto saat menghadiri kegiatan Pers Briefing 2 Tahun Kerja Nyata Jokowi-JK, di Bina Graha, Jakarta (26/10).

Sementara itu, Kepala BNN, Budi Waseso juga mengatakan bahwa narkoba memang mengincar generasi produktif.

Menurutnya, bandar sudah meregenerasi pangsa pasar, hingga anak TK dan SD pun sudah ada yang terkena narkoba.

Di tengah persoalan yang pelik seperti ini, masyarakat ternyata banyak yang belum memahami betul masalah narkoba yang sedang melanda.

Karena itulah Buwas mengajak media massa untuk turut berperan aktif dalam mengampanyekan bahaya narkoba secara meluas sehingga masyarakat mendapatkan pemahaman tentang situasi dan masalah narkoba yang ada.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Advertorial
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas