Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

DPD RI Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif di NTT

DPD RI mendorong NTT menjadikan pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai motor pembangunan daerah. RUU Ekonomi Kreatif juga menjadi ujung tombak

DPD RI Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif di NTT
DOK. DPD RI
Anggota DPD RI saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Kamis (20/8/2015). 

TRIBUNNEWS.COM – Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) mendorong Provinsi NTT untuk menjadikan pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi motor pembangunan daerah.

Demikian disampaikan Wakil Ketua  DPD RI, GKR Hemas saat membuka acara Rapat Sinkronisasi Aspirasi Daerah antara anggota DPD RI Provinsi NTT dengan masyarakat NTT di Kupang, Kamis, (20/08/2015).

Menurutnya, NTT memiliki banyak potensi yang dapat diandalkan untuk mensejahterakan rakyat. Di antaranya potensi wisata bahari yang indah, tenun ikat yang dikenal dunia, potensi sumber daya mineral yang melimpah, dan tanaman cendana yang menjadi identitas kebanggaan NTT.

Namun, sayangnya peluang tersebut belum didukung dengan kebijakan pengelolaan yang profesional dari pihak pemerintah daerah.

"Semuanya itu tidak akan mampu dikelola dengan baik apabila Sumber Daya Manusia (SDM) di NTT tidak memiliki akses yang baik pada pendidikan," ujarnya.

Ia pun kemudian berharap ada perhatian khusus terhadap NTT dan kawasan timur Indonesia lainnya, mengingat telah menjadi kewajiban pemerintah pusat untuk memperhatikan pembangunan yang merata di seluruh wilayah Indonesia.

Anggota DPD RI asal DIY ini berharap pemerintah dapat memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan di kawasan Indonesia timur, khususnya pembenahan infrastruktur.

"Presiden yang berhasil adalah yang memperhatikan daerah-daerah di kawasan Indonesia timur, salah satunya NTT yang memiliki potensi besar dalam upaya mensejahterakan rakyat NTT," tambahnya.

Senada dengan GKR Hemas, anggota DPD RI asal NTT Abraham Liyanto juga mengatakan hal serupa.

Ia mengatakan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di NTT adalah hal yang terus diperjuangkan DPD RI di tingkat nasional melalui penyusunan RUU Ekonomi Kreatif.

"Kami sedang susun RUU Ekonomi Kreatif yang akan menjadi payung hukum untuk seluruh pelaku ekonomi kreatif," ungkap Abraham.

Sementara itu, anggota DPD RI asal NTT yang lain, Ibrahim Agustinus Medah menilai tantangan ke depan yang dihadapi oleh rakyat NTT adalah mensinergikan antara konsep ekonomi kerakyatan dengan ekonomi kreatif sehingga tercipta pondasi ekonomi yang kuat dan dinamis untuk mencapai kesejahteraan.

"Pemerintah harus berfikir out of the box. Tanggalkan semua cara berfikir yang lama dan mencoba cara baru. Jika sulit dilakukan pemerintah, gunakan expert. Intinya bagaimana menghasilkan program, pengelolaan, kelembagaan dan pendanaan pengembangan ekonomi yang berbasis pada gagasan ekonomi kreatif," jelas Ibrahim.

Selain membahas mengenai pengembangan ekonomi kreatif, rapat sinkronisasi aspirasi daerah itu juga membahas Daerah Otonom Baru (DOB) dan Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah serta Penguatan Ekonomi Kerakyatan di NTT.

Selain dihadiri 4 anggota DPD RI asal NTT, rapat sinkronisasi itu juga dihadiri para anggota DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota, Bupati/Wakil Bupati, Walikota/Wakil Walikota dan para SKPD di NTT. (advertorial)

Ikuti terus perkembangan terbaru dari Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) hanya di Kabar DPD RI.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Advertorial
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas