Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version
BBC

Gadis cilik dari Aleppo unggah foto rumahnya yang hancur dibom

Seorang gadis tujuh tahun yang terkena di seluruh dunia karena cuitan kehidupan di wilayah Aleppo Timur mengunggah foto rumahnya yang hancur.

Bana Alabed

Nama Bana Alabed, gadis cilik berusia tujuh tahun mendunia setelah mencuitkan kehidupan sehari-harinya di Aleppo timur.

Seorang gadis tujuh tahun yang terkenal di seluruh dunia setelah mencuitkan kehidupan di wilayah Aleppo Timur mengunggah foto rumahnya yang hancur.

Pada hari Selasa (29/11), Bana Alabed mengunggah foto dalam Twitternya dengan mengatakan ia 'senang masih bisa hidup'.

Bana -yang mencuitkan twitter dalam bahasa Inggris dengan bantuan ibunya- mengatakan keluarganya berada di tengah pemboman sengit.

Aleppo -yang pernah menjadi kota terbesar di Suriah- terpecah akibat bentrokan antara wilayah barat yang dikuasai pasukan pemerintah dengan wilayah timur yang dikuasai pemberontak.

Pada hari Senin (28/11), pasukan pemerintah merebut sebagian wilayah yang dikuasai pemberontak di timur kota, dengan pengeboman besar-besaran.

Bana Alabed

Dalam cuitan Twitter-nya, Bana menyatakan kesedihan karena bonekanya hancur akibat pemboman, tapi ia senang karena masih hidup.

Pada akhir pekan, Fatemah -ibu Bana- sempat mengucapkan selamat tinggal kepada para pengikut Twitter-nya, karena khawatir hidupnya tidak akan lama lagi.

Namun, beberapa jam kemudian, banyak Twitter bermunculan yang mengatakan bahwa keluarga itu masih hidup walau rumah mereka telah hancur.

Fatemah dan keluarganya masih selamat dalam pemboman besar-besaran itu. "Kami berjuang untuk hidup kami. Kami masih bersama Anda," katanya.

Bana Alabed

Ibunda Bana, Fatemah sempat mengucapkan selamat tinggal dalam Twitter-nya, karena khawatir hidupnya akan berakhir akibat pemboman.

Fatemah -yang pernah mempelajari jurnalisme dan politik itu- aktif mencuitkan kehidupan sehari-hari dengan putrinya dari kota yang terkepung sejak September lalu.

Dalam percakapannya dengan BBC, ia menjelaskan mengajarkan putrinya bahasa Inggris, dan tulisan Bana di Twitter itu adalah benar-benar ditulisnya sendiri.

"(Bana) ingin dunia mendengar suara kami," katanya.

Bana Alabed

Rumah Bana Alabed hancur dan ia melihat banyak orang tewas dalam pemboman tersebut.

Keluarga itu harus berhadapan dengan masalah kekurangan pasokan makanan, kurangnya perawatan medis, dan pemboman yang terus menerus. Fatemah mengatakan kepada BBC bahwa bom dijatuhkan 'tanpa ampun.'

Menurut PBB, sejak pasukan pemerintah menguasai Aleppo pada akhir pekan, sekitar 16.000 warga sipil telah mengungsi.

Aleppo adalah pusat kegiatan komersial dan industr Suriah sebelum dilancarkannya pemberontakan terhadap Presiden Bashar al-Assad yang dimulai pada tahun 2011.

Ikuti kami di
Add Friend
Sumber: BBC Indonesia
BBC
  Loading comments...
© 2016 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas