Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Nia Senang Pesannya Tersampaikan ke Masyarakat Lewat Kontes Bahasa Jepang

Dia berusaha dekati dan ternyata bisa menjadi sahabat sesama anak muda Jepang dengannya.

Nia Senang Pesannya Tersampaikan ke  Masyarakat Lewat Kontes Bahasa Jepang
Richard Susilo
Nia Novitasari pemenang pertama Kontes Bahasa Jepang Minggu (12/2/2017) di Mito Ibaraki Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Belum ada setahun tiba di Jepang, Minggu (12/2/2017) Nia Novitasari (23) sudah memenangkan Juara Pertama Kontes Pidato Bahasa Jepang di Mita Perfektur Ibaraki Jepang dan senang sekali merasa pesannya sebagai muslim tersampaikan ke masyarakat sekitarnya.

"Ini tempat saya bukan kota besar seperti Tokyo atau Osaka, tetapi di Oarai Ibaraki umumnya industri perikanan dan saya pun paruh waktu kerja di bidang perikanan," papar Nia khusus kepada Tribunnews.com Jumat ini (17/2/2017).

Setelah tiba di Oarai Nia melihat perbedaan anak-anak Indonesia dan anak Jepang.

Dia berusaha dekati dan ternyata bisa menjadi sahabat sesama anak muda Jepang dengannya.

"Bahkan saya melihat akhirnya mereka bisa melihat yang pakai jilbab ternyata ya orang biasa, bukan yang menakutkan seperti ISIS. Alhamdullillah mereka mengerti semua akan sikap kita sebagai muslim wanita berkerudung di Jepang," katanya.

Dari situlah ide saya lalu didiskusikan ke sensei (guru) sekolah dan akhirnya dibuatlah naskah dan akhirnya masuk 15 finalis yang maju hari Minggu kemarin.

"Kaget juga saya saat diumumkan menang. Sebelumnya deg-degan banget. Tapi panitianya sangat baik kata mereka santai aja lah, sehingga kita bisa terhibur sedikit, Alhamdullillah menang juga," tekannya lagi sambil tersenyum manis.

Setelah menang juara pertama selain dapat trophy dan sertifikat juga dapat kupon 70.000 yen.

"Teman saya mau membelinya sehingga jadi uang, lalu uang itu untuk berlibur ke Korea. Saya juga senang Korea mumpung masih di luar Indonesia, kalau sudah di Indonesia susah lagi ke luar nanti," paparnya.

Lalu bagaimana tanggapan orangtua dan keluarganya?

"Wah mereka senang sekali. Yang penting pesan saya dapat tersampaikan ke masyarakat Jepang bahwa yang pakai kerudung itu, pakai jilbab bukan orang aneh bukan seperti para pembunuh ISIS tersebut, bukan menyeramkan, jadi mereka mengerti semuanya di sini," jelasnya.

Lalu setelah di sini selesai sekolah nanti mau kembali ke Indonesia atau kerja di Jepang?

"Ya kalau bisa sih kerja di Jepang lagi cari-cari kerja nih di sini, mudah-mudahan bisa diterima kerja di perusahaan sehingga bisa tinggal di Jepang lama nantinya. Sekarang ini kerja paruh waktu di dunia perikanan di Oarai sini," ungkap Nia yang lulusan UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) Bandung jurusan bahasa Jepang.

  Loading comments...
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas