Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Kepala Polisi Malaysia: Perusahaan Senjata Korea Utara Tak Pernah Jual Senjata Api di Malaysia

perusahaan Korea Utara, International Golden Services Sdn Bhd tidak pernah menjual senjata api di negaranya.

Kepala Polisi Malaysia: Perusahaan Senjata Korea Utara Tak Pernah Jual Senjata Api di Malaysia
Bernama
Kepala Kepolisian Malaysia, Tan Sri Khalid Abu Bakar 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, KUALA LUMPUR - Inspektur Polisi Malaysia, Tan Sri Khalid Abu Bakar menegaskan perusahaan Korea Utara, International Golden Services Sdn Bhd tidak pernah menjual senjata api di negaranya.

Sebaliknya, kata dia, perusahaan yang merupakan perusahaan patungan antara Korea Utara dan Malaysia tersebut hanya menjual perangkat komunikasi militer yang dikenal sebagai Glocom.

Menurut Khalid, meskipun perusahaan telah terlibat dalam pameran pertahanan Asia (DSA) dan konferensi di Malaysia tiga kali, perusahaan tidak pernah menerima pesanan untuk produk mereka di Malaysia.

"Tidak pernah ada terjadi transaksi senjata api di dalam negeri, sehingga klaim itu tidak benar," katanya.

Menurutnya, isu penjualan senjata tersebut hanya tuduhan.

"Meskipun mereka mencoba untuk memasarkan peralatan Telekomunikasi militer, bahkan mereka tidak berhasil menjual senjata api. Jadi inilah penjelasan saya mengenai perusahaan Korea Utara," kata Khalid.

Diberitakan Kepala Polisi Diraja Malaysia menyatakan pihaknya mengetahui dan menutup dua perusahaan terkait Korea Utara yang menjalankan bisnis senjata di negaranya.

Intelijen Korea Utara sebelumnya diberitakan menjalankan bisnis jual-beli senjata lewat perusahaan yang disebut Glocom.

penjualan senjata tersebut dilakukan melalui dua anak perusahaannya yang ada di Malaysia, yakni Internasional Global System dan Internasional Golden Services.

Kedua perusahaan telah dihentikan operasinya.

Di bawah resolusi PBB 2009 lalu, Korea Utara dilarang mengekspor persenjataan atau peralatan terkait aktivitas militer.

Pernyataan Khalid dilontarkan di tengah investigasi terkait pembunuhan Kim Jong Nam, 13 Februari lalu di Bandara Internasional Kuala Lumpur.

Pembunuhan saudara pemimpin Korea Utara ini juga telah merenggangkan hubungan kedua negara. (The Malay Mail Online/Bernama/CNN/Reuters)

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas