Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Tempat Penitipan Anak Jepang Bermaksud Baik, Malah Akan Dicabut Ijinnya

Memang TKK tersebut menerima anak yang bisa dikatakan tidak sah secara prosedural tak ada deposit

Tempat Penitipan Anak Jepang Bermaksud Baik, Malah Akan Dicabut Ijinnya
Richard Susilo
Wanzumaza Nursery, tempat penitipan anak (hoikuen) Jepang di kota Himeji perfektur Hyogo Jepang yang terancam dicabut ijinnya. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sebuah Taman Kanak-kanak (TKK) (hoikuen) di kota Himeji Perfektur Hyogo, Wanzumaza Nursery, yang bermaksud baik menampung tambahan anak-anak di sekitarnya, malah terancam akan dicabut ijin operasinya oleh pemda setempat.

"Memang TKK tersebut menerima anak yang bisa dikatakan tidak sah secara prosedural tak ada deposit, melanggar aturan pemda yang ada dan tidak melaporkannya ke pemda, jadi kami sedang meninjau ijin operasionalnya secara serius saat ini," papar sumber Tribunnews.com Senin ini (20/3/2017).

Direktur TKK tersebut memang mengakui menerima titipan anak-anak sebanyak 22 orang secara tidak sah untuk membantu keluarganya agar tidak kesulitan bagi ibu atau ayahnya melanjutkan pekerjaan sehari-harinya mencari uang.

Secara reguler TKK sah hanya boleh menerima 46 anak (sesuai laporan ke pemda).

Tetapi dengan penambahan 22 orang anak ilegal tersebut menjadi sekitar 70 orang sehingga makanan pun tampaknya berkekurangan.

Makanan siang menjadi berkekurangan.

Akan tetapi apabila berlebih makanan kadang dimasukkan ke dalam lemari es dan dimakan keesokan harinya. Hal ini juga pelanggaran hukum di Jepang.

Bantuan pemda setempat uang sebanyak 50 juta yen akan ditinjau kembali dan bahkan ijin operasionalnya akan dicabut akibat pelanggaran yang dianggap cukup berat tersebut oleh pemda setempat.

TKK tersebut seharus memberikan laporan mengenai keberadaan 22 anak ilegal tersebut tetapi laporan yang masuk ke pemda tidak ada sehingga dianggap laporan palsu oleh pihak pemda setempat.

Pembantu sangat mahal dan umumnya tidak dimiliki warga Jepang sehingga TKK (hoikuen) menjadi sangat penting agar ayah dan atau ibunya dapat bekerja dengan tenang mencari uang sehari-hari sementara anaknya dititipkan di hoikuen.

Pulang kerja diambil kembali anak tersebut.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas