Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version
BBC

Disandera sejak 2015, rombongan pemburu Qatar dibebaskan

Kementerian Dalam Irak mengatakan 26 pemburu dari Qatar, termasuk anggota keluarga kerajaan -yang disandera sejak 2015- sudah diserahkan kepada

Burung elang
Getty Images
Burung houbara bustard Asia atau semacam kalkun kecil, yang biasanya ditemukan di Irak, sangat diincar oleh pecinta perburuan dari negara-negara Teluk.

Rombongan pemburu dari Qatar, yang terdiri dari 26 orang termasuk anggota keluarga kerajaan, dilaporkan sudah dibebaskan di Irak setelah disandera tahun 2015.

Seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Irak mengatakan 26 pemburu sudah diserahkan kepada utusan Qatar di ibu kota Irak, Baghdad.

Mereka disandera oleh orang-orang bersenjata di kawasan gurun pasir di wilayah Irak yang berdekatan dengan perbatasan Arab Saudi pada Desember 2015.

Pihak berwenang melakukan pencarian besar-besaran tetapi tidak banyak informasi yang didapat terkait dengan lokasi atau keadaan para sandera.

Misteri tentang apa yang dialami para sandera baru terungkap akhir tahun lalu. Nasib rombongan pemburu itu diyakini terkait dengan kesepakatan rumit di Suriah yang mencakup evakuasi penduduk di empat kota yang terkepung akibat pertempuran.

Namun Kementerian Dalam Negeri Irak tidak bersedia membeberkan rinciannya.

Partai-partai politik beraliran Syiah yang mendominasi pemerintah Irak bersikap sangat kritis terhadap peran Qatar dalam mendukung kubu pemberontak Sunni di Suriah.

Irak adalah satu dari sejumlah negara yang ramai dikunjungi para pemburu dari negara-negara Teluk dan pemburu burung elang, yang mencari mangsa yang tidak ada di negara-negara mereka atau yang hampir punah akibat perburuan di sana.

Mangsa favorit mereka adalah houbara bustard Asia, semacam kalkun kecil, dan untuk menemukan burung itu dan juga spesies-spesies lain para pemburu Arab sering kali harus mengunjungi Maroko, Irak, Pakistan, dan Afghanistan.

Ikuti kami di
Add Friend
Sumber: BBC Indonesia
BBC
  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas