Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Seminggu Dilantik, Presiden Baru Perancis Langsung Bersitegang dengan Media

"Bukan sepenuhnya hak (Istana) Elysee untuk memilih siapa saja yang berhak meliput perjalanan dinas presiden, apapun temanya,"

Seminggu Dilantik, Presiden Baru Perancis Langsung Bersitegang dengan Media
The Independent/Getty Images
Emmanuel Macron. 

TRIBUNNEWS.COM, PARIS - Di pekan pertamanya menjadi Presiden Perancis, Emmanuel Macron sudah bersitegang dengan media yang dipicu pemilihan jurnalis yang dibawa dalam kunjungan kenegaraan ke Afrika Barat.

Perwakilan 25 perusahaan media, termasuk kantor berita AFP, stasiun televisi BFM dan TF1 serta harian Le Monde dan Le Figaromenandatangani surat terbuka yang menyatakan "prihatin" terhadap strategi komunikasi Macron.

"Bukan sepenuhnya hak (Istana) Elysee untuk memilih siapa saja yang berhak meliput perjalanan dinas presiden, apapun temanya," demikian isi surat terbuka itu.

Juru bicara kepresidenan Sylvain Fort mengatakan, dalam satu atau dua kasus para jurnalis sudah dihubungi langsung dan ditawari tempat yang tersedia untuk mengikuti perjalanan dinas Presiden Macron ke Mali, Jumat (19/5/2017).

Staf lain kepresidenan mengatakan, pemilihan jurnalis ini lebih karena  pihak istana ingin membawa para "spesialis" ketimbang rombongan jurnalis politik yang biasa meliput kegiatan presiden.

"Para jurnalis yang khawatir bisa dipastikan bahwa (Istana) Elysee tak berniat mengambil alih pekerjaan jurnalis," demikian pernyataan istana presiden kepada organisasi Jurnalis tanpa Batas yang juga ikut meneken surat terbuka itu.

Macron (39) berkata dia berniat menjaga jarak dengan media sebagai upaya memperbaiki otorita kantor kepresidenan yang menurutnya sudah rusak di bawah pendahulunya Francois Hollande karena gemar bergosip.

Di masa pemerintahannya, Hollande sering berbincang santai dengan para jurnalis dan kerap memberikan pernyataan off-the-record.

Namun, semuanya hancur setelah sebuah buku berjudul "A Presiden Shouldn't Say That" yang terbit di akhir masa jabatan Hollande yang bersumber dari perbincangan tak resmi sang presiden dengan para jurnalis.

Kini, Macron berusaha membatasi pernyataan persnya sebagai upaya agar tetap fokus terhadap prioritas pemerintahannya.

Bahkan usai pelantikannya pada Minggu pekan lalu, para jurnalis langsung dipersilakan keluar dari istana kepresidenan dan tetap tak diberi banyak ruang untuk meliput rapat kabinet pertamanya, Kamis (18/5/2017).

Langkah serupa juga diberlakukan kepada para menteri kabinet, yang menurut juru bicara pemerintah Christophe Castaner diperintahkan agar membatasi pernyataan kepada media.

  Loading comments...
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas