Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Tradisi Pernikahan Kekaisaran Jepang yang Harus Dilewati Kei Komuro

Kei Komuro (25) calon suami cucu Kaisar Jepang, Puteri Mako, ternyata harus mengubah kehidupannya satu tahun sebelum pernikahannya.

Tradisi Pernikahan Kekaisaran Jepang yang Harus Dilewati Kei Komuro
Koresponden Tribunnews/Richard Susilo
Kei Komuro (25) yang dijaga dua pengawal polisi Rabu (17/5/2017) saat ke luar rumah menuju ke kantornya. 

Baca: Setahun Lagi Menikahi Cucu Kaisar Jepang, Kei Komuro Sudah Dikawal 5 Polisi

Sementara Noriko Senge, putri sepupu Kaisar Pangeran Takamado, diberi uang saku sekitar 100 Juta yen saat dia menikahi putra sulung imam kepala Izumo Taisha, sebuah kuil Shinto di Prefektur Shimane, pada tahun 2014.

Ritus lain yang akan dijalankan Komuro termasuk pula upacara Choken no Gi, di mana Putri Mako akan mengungkapkan penghargaannya kepada Kaisar dan Permaisuri.

Pada hari pernikahan mereka, seorang utusan dari pihak mempelai pria akan datang untuk menjemput sang putri di istana dalam sebuah upacara yang disebut Judai no Gi, yang dilakukan sebelum memulai pernikahan.

Pernikahan Kuroda diadakan di Hotel Imperial Tokyo sementara Senge diadakan di Kuil Izumo Taisha.

Belum diketahui di mana mereka, Komuro dan Puteri Mako akan melangsungkan pernikahannya.

Dengan mengajukan pemberitahuan nikah nantinya, maka Putri Mako tidak lagi menjadi bagian keluarga Kekaisaran dan akan terdaftar sebagai warga biasa.

Dia akan diberi hak suara, hak membayar pajak dan lainnya.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas