Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Tahan Amarah Jemaah Terhadap Pelaku Teror, Imam Masjid Finsbury Park: Jangan Ada Yang Sentuh Dia

Imam Mohammed Mahmoud berteriak, "Jangan menyentuh dia! Tidak ada yang boleh menyentuhnya!"

Tahan Amarah Jemaah Terhadap Pelaku Teror, Imam Masjid Finsbury Park: Jangan Ada Yang Sentuh Dia
AFP/GETTY IMAGES
Teror terhadap jemaah tarawih di Masjid Finsbury Park, London, Inggris, Senin (19/6/2017). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, LONDON - Seorang imam Masjid Finsbury Park membantu menenangkan situasi ketika para jemaah tawarih marah saat mengerumuni pelaku serangan Masjid Finsbury Park, Senin (19/6/2017).

Satu orang tewas dan 10 lainnya terluka ketika mobil van menabrak kerumunan umat muslim yang selesai menjalankan salat tarawih.

Pengemudi berteriak "Aku akan membunuh semuanya (Muslim)" saat akan menyeruduk kerumunan orang.

Para saksi pun bersigap menangkap sang sopir mobil van pun dilaporkan memukul dan menendangnya.

Imam Mohammed Mahmoud berteriak, "Jangan menyentuh dia! Tidak ada yang boleh menyentuhnya!"

Rumah kesejahteraan Muslim memuji keberanian para imam yang membantu untuk menenangkan situasi ketika anggota jamaah menangkap dan menahan orang yang dicurigai sebagai penyerang pejalan kakai dekat Masjid Finsbury Park.

Orang-orang berteriak, "Mengapa Anda melakukan itu? Kenapa?" Demikian mereka berteriak kepada pelaku penyerangan.

Tapi yang lain berteriak pada mereka untuk tidak menyentuh pelaku.

Sebuah pernyataan yang diposting di situs rumah kesejahteraan Muslim prihatin atas terjadinya insiden tersebut.

"Kami telah bekerja sangat keras selama ini untuk membangun damai dan toleransi masyarakat disini di Finsbury Park dan kita benar-benar mengutuk tindakan kebencian yang mencoba untuk mendorong persaudaraan yang indah ini menjadi terpecah belah," tulis organisasi ini.

"Kami akan tetap meminta umat untuk tenang saat ini. Hal ini agar tidak terjadi spekulasi tentang insiden."

"Semua usaha kami harus mendapatkan keadilan bagi para korban dan memastikan komunitas kami tetap yang beragam, toleran."

"Kami menyerukan semua, termasuk media, bertindak dengan bertanggung jawab bersama-sama untuk menjaganya saat ini." (The Telegraph)

  Loading comments...
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas