Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Amerika Serikat Segera Terjunkan Tim, Investigasi Praktik Bisnis Curang China

"Praktik perdagangan dan kebijakan industri China yang tidak adil, termasuk transfer teknologi dan pencurian hak kekayaan intelektual."

Amerika Serikat Segera Terjunkan Tim, Investigasi Praktik Bisnis Curang China
CNBC/AFP/Getty Images/Nicholas Kamm
Donald Trump 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perang urat saraf antara pemerintah Amerika Serikat (AS) dan China dalam hal perdagangan terus berlangsung. Terbaru, Presiden AS Donald Trump, Senin (14/8) ini, akan memerintahkan penasihat perdagangannya menyelidiki dugaan tindakan curang Pemerintah Beijing.

Kantor berita Reuters, Sabtu (12/8) menyebut, rencana Trump dilatar belakangi dugaan upaya paksa China terhadap perusahaan AS yang beroperasi di Negeri Tembok Besar untuk menyerahkan hak kekayaan intelektualnya.

Trump akan memerintahkan perwakilan dagang AS, Robert Lighthizer untuk menyelidiki apakah China telah benar melakukan tindakan yang merugikan kekayaan intelektual, inovasi, dan teknologi AS. 

"Praktik perdagangan dan kebijakan industri China yang tidak adil, termasuk transfer teknologi dan pencurian hak kekayaan intelektual, membahayakan ekonomi dan pekerja AS," tutur seorang sumber Reuters di kantor administrasi pemerintahan Trump.

Bentuk investigasi seperti yang diinginkan Trump tampaknya akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Sebab, menurut sumber Reuters lainnya, butuh waktu minimal selama satu tahun untuk membuktikan seluruh tudingan dari pemerintahan Trump itu.

Sumber Reuters itu menyebut, rencana tersebut awalnya akan diumumkan pada awal Agustus ini.

Namun, pengumuman itu tertunda, lantaran AS tengah berkonsentrasi mendesak China bersama-sama menekan rencana aksi Korea Utara (Korut) yang mengancam melancarkan serangan rudal ke AS dan sekutunya.

China sendiri telah dengan tegas lewat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setuju memperketat sanksi ekonomi terhadap Pyongyang. Namun, Trump menginginkan tindakan China lebih dari sekedar itu.

Keluhan sejumlah negara

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas