Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Tak Gentar Disanksi AS, Iran Tambah Anggaran Belanja Rudal Balistik

Langkah ini dilakukan menyusul pemberlakuan sanksi baru yang ditetapkan oleh Amerika Serikat (AS).

Tak Gentar Disanksi AS, Iran Tambah Anggaran Belanja Rudal Balistik
BBC
Rudal balistik jarak jauh Iran, Shahab 2 

TRIBUNNEWS.COM, TEHERAN - Parlemen Iran memberikan persetujuan awal atas rancangan undang-undang untuk meningkatkan anggaran belanja program senjata rudal balikstik dan Pasukan Elit Revolusioner, MInggu (13/8/2017).

Langkah ini dilakukan menyusul pemberlakuan sanksi baru yang ditetapkan oleh Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan siaran IRIB milik pemerintah Iran, anggota parlemen sepakat menyetujui rancangan undang-undang yang ditujukan untuk menanggapi 'aksi teroris dan petualangan Amerika'.

Bersamaan dengan itu, sejumlah orang meneriakkan "Matilah Amerika".

Kebijakan ini diambil sebagai langkah pembalasan atas undang-undang yang disetujui Kongres AS dan ditandatangani oleh Presiden Donald Trump pada awal Agustus. Undang-undang tersebut menetapkan penerapan sanksi baru terhadap Iran atas program nuklir mereka.

Baca: Investor Ini Raup Untung Rp 1,3 Triliun dari Aksi Borong Saham PADI

Iran membantah bahwa program senjata rudal mereka melanggar resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mendukung kesepakatan nuklir teheran pada 2015 dengan kekuatan dunia dan menyerukan kepada Republik Islam itu untuk tidak melakukan aktivitas yang berkaitan dengan rudal balistik, yang didisain untuk meluncurkan senjata nuklir.

Baca: Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK, Daya Beli Landai-landai Aja

Teheran menegaskan, pihaknya tidak merancang senjata semacam itu.

Rencana Iran akan mensyaratkan pemerintah dan angkatan bersenjata Iranagar menyusun strategi untuk melawan pelanggaran hak asasi manusia di seluruh dunia, serta mendukung institusi dan individu Iran yang terkena sanksi AS.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas