Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Channel Propaganda Korea Utara di YouTube Ditutup, Analis AS Malah Mencak-mencak

"Pada dasarnya, ini menyulitkan upaya untuk melacak aktivitas dari Korut di waktu yang terburuk."

Channel Propaganda Korea Utara di YouTube Ditutup, Analis AS Malah Mencak-mencak
AFP/KCNA via KNS
Pesta kembang api warga Kota Pyongyang merayakan keberhasilan insinyur Korea Utara meledakkan bom hidrogen, Rabu (6/9/2017). Ini peledakan nuklir keenam dan yang terbesar sejauh ini. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Keputusan ksi YouTube menutup saluran vital siaran propaganda Korea Utara (Korut) menuai kecaman. Alasannya, banyak pengamat yang kerap menggunakan siaran tersebut untuk meneliti dan memahami lebih jauh mengenai negara yang sangat tertutup itu.

Analis mengatakan, penutupan saluran siaran yang membagikan informasi vital mengenai rezim Kim Jong Un sangat tidak tepat dilakukan. Pasalnya, dari siaran tersebut, mereka dapat mengetahui perkembangan tentang senjata nuklir Korutdan perkembangan penting lainnya.

"Pada dasarnya, ini menyulitkan upaya untuk melacak aktivitas dari Korut di waktu yang terburuk," demikian tweet Joshua Pollack, pengamat luar negeri dari Middlebury Institute of International Studies.

Saluran yang ditutup oleh Youtube meliputi sejumlah video yang dirilis dari televisi stasiun milik pemerintah dan konten video Korut lainnya.

Baca: Menteri Luhut Janji, Tahun 2019 Impor Garam Akan Dihentikan untuk Selamanya

Salah satu channel yang diunggah oleh Uriminzokkiri, situs propaganda pemerintah Korut, telah ditonton jutaan orang. Namun saat ini, video tersebut tak bisa lagi ditonton. "Dihapus karena adanya keluhan," tulis YouTube.

Baca: Kami Bulat Sebulat-bulatnya ‎Mengajukan Pak Prabowo Menjadi Calon Presiden 2019

Video yang dipublikasikan oleh channel Uriminzokkiri telah menjadi berita utama di seluruh dunia. Termasuk pada 2013 lalu, di mana mereka menayangkan imaginasi mereka atas serangan nuklir ke gedung-gedung pemerintah AS di Washington.

Baca: Bikin Macet, Ojek Online Kini Dilarang Turunkan Penumpang Sembarangan

Para pakar Korut telah mempelajari seluruh tayangan yang disiarkan channel tersebut, dengan mencari petunjuk mengenai rudal dan perangkat keras militer Korut lainnya. Video ini juga turut membantu mereka memahami apa yang ingin disampaikan rezim Korut kepada warganya dan pesan apa yang ingin mereka tayangkan ke pemerintah asing.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas