Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Jepang Temui Pejabat Kemenlu Korut di Swiss Layangkan Protes Peluncuran Rudal

Pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri Jepang divisi Asia Oceania bertemu langsung dengan pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri Korea Utara.

Jepang Temui Pejabat Kemenlu Korut di Swiss Layangkan Protes Peluncuran Rudal
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Daerah pegunungan Zermatt, Swiss, tempat pertemuan para pejabat tinggi kementerian luar negeri berbagai negara antara 11-13 September 2017. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri Jepang divisi Asia Oceania, Konselor Hiroyuki Namazu, bertemu langsung dengan pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri Korea Utara (Korut), Choe Kwang-il, dalam pertemuan internasional Zermatt Round Table ke-6 di Swiss, Rabu (13/9/2017).

"Kami bertemu langsung dan memprotes keras peluncuran rudal Korut melewati negara Jepang serta uji coba nuklir 3 September lalu," kata Namazu.

Selain memprotes keras hal tersebut, kedua pejabat tinggi juga bertukar pikiran mengenai berbagai hal agar dapat tercapai perdamaian di kawasan Asia mendatang.

Baca: 4 November Presiden Amerika Donald Trump Dijadwalkan Kunjungi Jepang

Namazu mengharapkan Korut mengikuti semua keputusan yang telah dibuat oleh Dewan Keamanan PBB termasuk sanksi yang telah diputuskan DK PBB kemarin (13/9/2017).

Termasuk juga kesepakatan Stockholm yang sebenarnya memungkinkan Jepang untuk melakukan survei sepenuhnya ke Korut guna menemukan para korban penculikan warga Jepang oleh pihak Korut serta meminta mereka agar segera dikembalikan ke Jepang.

Bulan Agustus 2017 lalu Menlu Jepang Taro Kono juga bertemu sebentar dengan Menlu Korut Lee Young-ho, di pertemuan pejabat tinggi kementerian luar negeri ASEAN di Filipina.

Bulan Juni 2017 seorang pejabat tinggi kemlu Jepang juga bertemu pejabat tinggi Korut di Mongolia.

"Semua hal itu dalam upaya agar berbagai hal dapat dibicarakan langsung secara diplomatik dengan pihak Korut agar ketegangan yang terjadi di Semenanjung Korea dapat berkurang dan Korut mau mengikuti semua peraturan internasional yang telah diputuskan DK PBB," ungkap sumber Tribunnews.com, Kamis (14/9/2017).

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas