Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Tragedi Kemanusiaan Rohingya

ICRC Kesulitan Jangkau Semua Pengungsi di Rakhine State

Mark Silverman mengatakan lembaganya mendapat kepercayaan dari Pemerintah Myanmar untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan untuk para pengungsi.

ICRC Kesulitan Jangkau Semua Pengungsi di Rakhine State
istimewa PKPU
Situasi bergolak yang masih terus membayangi muslim Rohingya di Maungdaw tidak menyurutkan aktifitas bantuan kemanusiaan dari lembaga kemanusiaan nasional PKPU berikan bantuan di Rakhine State 

TRIBUNNEWS.COM, YANGON - Deputi Presiden Representatif Komite Internasional Palang Merah (ICRC) Mark Silverman mengatakan lembaganya mendapat kepercayaan dari Pemerintah Myanmar untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan untuk para pengungsi di Rakhine State.

Namun, Mark mengakui tidak mudah untuk mendistribusikan bantuan-bantuan yang diperlukan kepada pengungsi.

"Ada kesulitan dan tantangan yang berbeda ketika bekerja di Rakhine State," ujar Mark di Kota Yangon, Myanmar, Jumat (22/9/2017).

Mark menjelaskan para pengungsi tersebar di empat lokasi yang berbeda, yaitu di Maungdaw, Buthidaung, Rathedaung dan yang melarikan diri ke utara hingga Perbatasan Myanmar-Bangladesh.

Baca: Jusuf Kalla: Agama Bukan Akar Penyebab Konflik

Selain tersebar, para pengungsi memiliki kebutuhan yang berbeda antara yang di Maungdaw, Buthidaung dan Rathedaung, seperti kebutuhan akan air bersih, makanan atau tenda.

"Tantangan kami yaitu harus bergerak cepat ke lokasi yang berbeda untuk memberikan apa yang mereka butuhkan," kata Mark.

Mengenai populasi, Mark menjelaskan lebih dari 400.000 orang yang menjadi korban melarikan diri hingga perbatasan Myanmar-Bangladesh.

Baca: BREAKING NEWS: OTT di Banten, KPK Amankan 10 Orang

Sementara, kurang lebih 152.000 orang masih bertahan di wilayah Rakhine State. Mereka tersebar di beberapa titik.

Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut, Mark mengatakan sebanyak 150 hingga 160 orang yang merupakan gabungan dari ICRC maupun warga lokal bekerja di lapangan.

"Kami berupaya agar personel dapat memenuhi semua kebutuhan para pengungsi," kata Mark.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas