Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Gempa Perbatasan Iran-Irak Tewaskan Lebih dari 450 Orang, Terparah Sepanjang 2017

Gempa mengguncang daerah perbatasan Iran-Irak, Minggu (12/11/2017) pukul 21.18 waktu setempat, menurut Badan Survei Geologi AS (USGS).

Gempa Perbatasan Iran-Irak Tewaskan Lebih dari 450 Orang, Terparah Sepanjang 2017
New York Times/Iranian Students News Agency, via Associated Press/Pouria Pakizeh
Bangunan yang hancur akibat gempa di Kota Sarpol-e-Zahab, Provinsi Kermanshah, yang berjarak 16 kilometer dari perbatasan Irak. 

TRIBUNNEWS.COM, TEHRAN - Gempa berkekuatan 7,3 Skala Richter yang terjadi di perbatasan Iran-Irak  menewaskan lebih dari 450 orang, menjadikan gempa ini terparah di 2017.

Gempa mengguncang daerah perbatasan Iran-Irak, Minggu (12/11/2017) pukul 21.18 waktu setempat, menurut Badan Survei Geologi AS (USGS).

Titik gempa dikatakan berpusat di daerah pegunungan terpencil di Irak, sekitar 200 kilometer sebelah barat laut Baghdad dan 400 kilometer sebelah barat Tehran.

Media setempat, Tasnim, mencatat bahwa setidaknya sudah ada 445 orang tewas dan sekitar 7.370 orang mengalami cedera di Iran.

Sedangkan, di Irak, sebanyak delapan orang tewas dan 535 orang mengalami cedera, menurut juru bicara Menteri Kesehatan Irak Saif Al-Badir.

Baca: Setidaknya 300 Orang Tewas Akibat Gempa di Iran

Provinsi Kermanshah menjadi daerah yang paling terdampak parah gempa, di mana lebih dari 236 orang meninggal dunia di Kota Sarpol-e-Zahab, yang berjarak 16 kilometer dari perbatasan Irak.

Keadaan diperparah oleh keberadaan rumah sakit yang terbatas di Sarpol-e-Zahab, sehingga penanganan ratusan korban cedera sulit untuk dilakukan.

"Sarpol-e-Zahab hanya memiliki satu rumah sakit, yang hancur akibat gempa itu," jelas seorang anggota parlemen setempat, Farhad Tajari.

"Banyak pasien dan staf rumah sakit yang terkubur di balik puing-puing reruntuhan rumah sakit, jadi penanganan medis tidak bisa dilakukan," lanjutnya.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas