Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Puluhan Perawat Dipaksa Menari Erotis di Depan Petinggi Rumah Sakit

Sebuah video mengejutkan yang menampilkan para perawat dipaksa menari erotis di hadapan para petinggi sebuah rumah sakit di Korea Selatan viral

Puluhan Perawat Dipaksa Menari Erotis di Depan Petinggi Rumah Sakit
The Korea Times
Puluhan perawat baru dipaksa menari erotis di hadapan para petinggi sebuah rumah sakit di Korea Selatan. 

TRIBUNNEWS.COM, SEOUL - Sebuah video mengejutkan yang menampilkan para perawat dipaksa menari erotis di hadapan para petinggi sebuah rumah sakit di Korea Selatan menjadi viral di dunia maya.

Video itu muncul pekan lalu setelah seorang perawat mengunggahnya ke media sosial tentang apa yang terjadi dalam ajang kompetisi olahraga tahunan bulan lalu.

Dalam video itu diperlihatkan para perawat mengenakan pakaian yang "menggoda" menari dengan gaya erotis yang jelas sekali sudah dilatih berkali-kali.

Perawat yang mengunggah video itu nampaknya ingin mengatakan kondisi ini bukan yang pertama kali.

"Mereka yang dipaksa menari biasanya adalah para perawat baru yang tak bisa menolak perintah semacam itu," kata perawat itu dalam komentar yang mengikuti unggahan videonya.

"Kami dipaksa menari di depan para petinggi rumah sakit yang duduk berdampingan di meja yang amat panjang," tambah dia.

Baca: Viral di Filipina! Saat Iriana Jokowi Berikan Hadiah Buku ke Anak Kecil

Kisah ini pertama kali dimunculkan sebuah media online Korea Selatan YTN yang menyebut para perawat itu harus berlatih tiga sampai empat jam sehari untuk pementasan tari erotis tersebut.

Salah satu perawat, masih ujar YTN, tetap dipaksa menari meski sedang mengandung. Dia tak bisa menolak karena takut kehilangan pekerjaan.

Video ini membuat Asosiasi Perawat Korea menyerukan investigasi menyeluruh terhadap insiden yang terjadi di RS Sacred Heart di Universitas Hallym, Chuncheon. Demikian harian The Korea Times.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas