Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Tragedi Kemanusiaan Rohingya

Temuan PBB: Perempuan Rohingya Ditelanjangi dan Diperkosa Beramai-ramai oleh Tentara Myanmar

Menurut Patten, pemerkosaan terhadap para perempuan Rohingya ini antara lain memicu eksodus ke negara tetangga Bangladesh.

Temuan PBB: Perempuan Rohingya Ditelanjangi dan Diperkosa Beramai-ramai oleh Tentara Myanmar
Harian Warta Kota/Henry Lopulalan
KECAM KEKERASAN ROHINGYA - Masyarakat Relawan Indonesia melakukan aksi teatrikal untuk muslim rohingya di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (3/9/2017). Aksi solidaritas tersebut mengecam kekerasan yang terjadi pada muslim Rohingya yang di lakukan juntha militer Myanmar.(Warta Kota/Henry Lopulalan) 

TRIBUNNEWS.COM, BANGLADESH -  Tentara Myanmar diduga 'secara sistematis melakukan pemerkosaan' terhadap warga minoritas Muslim Rohingya.

Demikian kata pejabat senior PBB, Pramila Patten, kepada para wartawan di Dhaka, ibu kota Bangladesh dikutip dari BBC.

Menurut Patten, pemerkosaan terhadap para perempuan Rohingya ini antara lain memicu eksodus ke negara tetangga Bangladesh.

"Saya mendapatkan penuturan tentang serangan seksual dan pemerkosaan beramai-ramai, banyak gadis dan perempuan yang meninggal akibat tindakan ini," kata Patten.

Ia mengatakan hal tersebut setelah bertemu dengan para pengungsi Rohingya di sejumlah kamp di Bangladesh.

"Observasi yang saya lakukan mengarah pada pola tindakan kekejaman yang meluas, termasuk kekerasan seksual terhadap kaum perempuan Rohingya yang secara khusus dijadikan target karena agama dan etnisitas mereka," kata Patten.

Baca: 40 Ribu Pengungsi Anak Rohingya tanpa Ditemani Keluarga

Patten menuduh tentara Myanmar 'segaja menggunakan kekerasan seksual sebagai alat teror, yang ditujukan untuk menumpas orang-orang Rohingya'.

Utusan PBB untuk masalah kekerasan seksual di daerah konflik ini mengatakan kekerasan seksual di Rakhine -negara bagian yang banyak dihuni oleh warga Rohingya- 'diperintahkan, diatur, dan dilakukan oleh personel angkatan bersenjata Myanmar'.

"Bentuk-bentuk kekerasan seksual konsisten ... korban mengatakan mereka diperkosa oleh tentara beramai-ramai, dipaksa telanjang di depan umum, dan dijadikan budak seks di tahanan militer," kata Patten.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas