Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Polemik Yerusalem

Diancam Trump soal Status Yerusalem, 20 Negara Arab Lakukan Tindakan 'Berani' ini

Hadapi ancaman Trump jika menolak Yerusalem Ibu Kota Israel, 20 negara Arab ini lakukan tindakan berani.

Diancam Trump soal Status Yerusalem, 20 Negara Arab Lakukan Tindakan 'Berani' ini
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Sejumlah peserta membakar poster wajah Donald Trump saat aksi solidaritas untuk Palestina di depan Konsulat Jenderal Amerika Serikat, di Medan, Sumatera Utara, Jumat (15/12/2017). Aksi yang diikuti berbagai ormas islam tersebut, sebagai bentuk protes kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota baru Israel. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR) 

TRIBUNNEWS.COM - Sebanyak 20 negara daripada 22 anggota Liga Arab yang menerima bantuan keuangan atau militer dari Amerika Serikat bertindak berani jika menyokong resolusi PBB terkait status Yerusalem.

Negara Arab termasuk Arab Saudi--sekutu dekat AS--tidak mempedulikan ancaman Washington yang mau menyetop bantuan keuangan kepada negara yang mendukung draf resolusi tersebut.

Duta Arab Saudi untuk PBB, Abdallah Al-Mouallimi berkata, AS sebenarnya keliru jika mengklaim kota suci itu sebagai ibu kota Israel.

"Saya berpendapat (Presiden AS) Donald Trump melakukan kesalahan besar apabila membuat pengumuman tersebut."

"Dan saya juga percaya, negara-negara yang mendapat bantuan AS berhak untuk membuat keputusan sendiri," kata Abdallah seperti dikutip dari Sinar Harian, Selasa (26/12/2017).

Amerika tak serius

Yordania--yang menerima bantuan keuangan dari AS--menganggap ancaman Trump tidak serius.

"Mereka sebenarnya lebih tahu... Amerika ada kepentingan di wilayah ini," kata seorang menteri Yordania.

Sekadar informasi, Amman menerima bantuan militer berjumlah AS US$ 1,2 juta atau setara dengan Rp16,3 miliar per tahun dari Washington.

Sementara itu, bekas Perdana Menteri Yordania, Taher al-Masri percaya peranan Amman sebagai sekutu AS di wilayah konflik menjadi alasan kuat untuk AS tidak melaksanakan ancaman tersebut.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas