Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Perusahaan Jepang Bawa Kabur 184 Juta Yen dan Tak Bayar Gaji Karyawannya

Kepolisian Jepang hingga kini masih terus mengusut Harunohi karena membawa kabur uang konsumennya sebesar 184 juta yen.

Perusahaan Jepang Bawa Kabur 184 Juta Yen dan Tak Bayar Gaji Karyawannya
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Logo perusahaan Jepang Harenohi co Ltd di kantornya di Chuoku, Yokohama. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kepolisian Jepang hingga kini masih terus mengusut Harenohi Co Ltd, sebuah perusahaan Jepang yang berada di daerah Chuoku Yokohama karena membawa kabur uang konsumennya sebesar 184 juta yen.

Selain itu perusahaan ini juga selama beberapa bulan belum membayar uang gaji karyawannya.

"Selain membawa kabur uang konsumennya, tidak mengirimkan barang yang dipesan saat Hari Kedewasaan 8 Januari lalu, ternyata perusahaan ini tidak bayar gaji karyawannya beberapa bulan," ungkap sumber Tribunnews.com, Jumat (12/1/2018).

Badan Pengawasan Ketenagakerjaan Jepang mengeluhkan upah dari karyawan perusahaan tersebut ternyata beberapa bulan belum dibayarkan.

Baca: Kapolda Baru Jambi Sujud Syukur Ketika Tahu Ditugaskan di Tanah Kelahirannya

"Kantor langsung ditutup setelah ada masalah tanggal 8 Januari lalu dan pengurusnya masih terus dicari dan diusut kepolisian," tambahnya.

Bulan Agustus 2017 sebenarnya Badan Pengawas Ketenagakerjaan Jepang telah mendeteksi adanya ketidakbenaran dalam penggajian karyawannya.

Karyawan Harenohi mengeluh ke Depnaker Jepang November lalu bahwa gaji mereka belum dibayarkan beberapa bulan.

Kantor pengawas depnaker Jepang telah mengkonfirmasi fakta-fakta dari pihak perusahaan dan telah membuat beberapa rekomendasi perbaikan beberapa kali untuk memperbaikinya.

Sementara itu, perusahaan tersebut terus merekrut karyawan padahal upah karyawan yang ada belum dibayar sebanyak 3 orang.

Baca: Reka Ulang Pembunuhan Wanita Bercadar Ditunda Sepekan

"Hello Work perekrutan tenaga kerja Jepang langsung menghentikan informasi pencarian tenaga kerja karena perusahaan tersebut tak bisa dihubungi lagi, termasuk tak bisa menghubungi CEO Harenohi," tambah sumber itu.

Berbagai media di Jepang hingga saat ini juga tak bisa mengontak pihak Harenohi khususnya pimpinannya.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Dewi Agustina

Baca Juga

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas