Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

CEO Harenohi Jepang Masih Dicari Polisi, Mungkinkah Ada Keterlibatannya dengan Yakuza?

Hingga Jumat sedikitnya sebanyak 307 orang melaporkan ke Pusat Perlindungan Konsumen Jepang sebagai korban penipuan kasus Harenohi.

CEO Harenohi Jepang Masih Dicari Polisi, Mungkinkah Ada Keterlibatannya dengan Yakuza?
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Kantor pusat Harenohi Co.Ltd di Nakaku Yokohama dan foto insert CEO Harunohi Yuichiro Shinozaki. 

Presiden Shinozaki bergabung dengan sebuah perusahaan di Perfektur Saitama, yang akan menjual dan menyewakan kimono pada tahun 2003 melalui sebuah perusahaan perdagangan yang terkait dengan pakaian jadi.

Menurut mantan rekan sejawatnya, Shinozaki termasuk dalam departemen pengembangan toko baru di toko tersebut.

Baca: Ade Komarudin Sempat Meneteskan Air Mata Pasca Operasi Syaraf

Setelah mencapai kuotanya sendiri, berhasil dalam penjualan, dia sering menasehati rekan-rekannya yang sedang berjuang secara aktif dan harus benar-benar mendapatkan kontrak baru.

Mantan koleganya ingat bahwa "Ini adalah pekerjaan yang merepotkan dan citra kita memberikan kepercayaan kepada pembeli snagat penting supaya bisa berhasil."

Dalam 23 tahun terakhir ia memulai bisnis konsultasi untuk galeri foto di Kota Fukuoka, dan pengelolaan paket bulan madu, menggelar seminar untuk karyawan di perusahaan kontraktor.

Kantor pusat Harenohi Co.Ltd di Nakaku Yokohama dan foto insert CEO Harunohi Yuichiro Shinozaki.
Kantor pusat Harenohi Co.Ltd di Nakaku Yokohama dan foto insert CEO Harunohi Yuichiro Shinozaki. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Seorang pria yang pernah mengikuti seminar Shinozaki di sebuah bengkel Kimono sekitar empat tahun yang lalu mengatakan, "Saya belajar bagaimana menampilkan kimono di toko dan tahu bagaimana cara menyelesaikan panggilan telepon. Keyakinan tersebut selalu mengesankan."

Setelah memindahkan kantor pusat ke daerah Nakaku Kota Yokohama pada 25 Agustus 2013, perusahaan tersebut secara agresif mengembangkan bisnisnya, dan dibuka di Tokyo, Ibaraki dan Chiba berturut-turut dari tahun 2014-2016.

Tampaknya dia tertarik untuk memasuki bisnis di China, dan sempat memberikan ceramah di China dan berbicara dengan kontraktor lokal di situs informasi pengantin di China.

Baca: La Nyalla Laporkan Oknum Politisi Gerindra ke KPK dan Polri

Perusahaan dia dianggap sebagai perusahaan unggulan, namun situasi sebenarnya sama sekali berbeda.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas