Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

CEO Harenohi Jepang Masih Dicari Polisi, Mungkinkah Ada Keterlibatannya dengan Yakuza?

Hingga Jumat sedikitnya sebanyak 307 orang melaporkan ke Pusat Perlindungan Konsumen Jepang sebagai korban penipuan kasus Harenohi.

CEO Harenohi Jepang Masih Dicari Polisi, Mungkinkah Ada Keterlibatannya dengan Yakuza?
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Kantor pusat Harenohi Co.Ltd di Nakaku Yokohama dan foto insert CEO Harunohi Yuichiro Shinozaki. 

Tokonya di Kota Kashiwa, Chiba, Agustus 2017 terpaksa ditutup karena tidak bisa bayar uang sewa.

Lalu Shinozaki sempat berkomentar dan beralasan, "Saya akan berintegrasi dengan toko di Kota Tsukuba, Ibaraki."

Pada bulan September 2017, seorang pegawai laki-laki dari toko aksesori kimono di Kota Kyoto berusia 54 tahun mengatakan keluhan Shinozaki kepadanya.

"Kami berjuang untuk melakukan pembayaran untuk perusahaan secara ketat dan saya ingin saran untuk memperbaiki situasi manajemen," demikian lelaki itu menirukan keluhan Shinozaki.

Sementara itu, saat mengunjungi sebuah bangunan komersial di Tsukuba berada di sekitar bulan Oktober, Shinozaki mengatakan bahwa "penjualan stabil" kepada perusahaan manajemen bangunan yang mau disewanya.

Kenyataan gaji karyawannya sejak saat itu sudah tersendat tidak dibayarnya dan setiap akhir bulan karyawannya mulai bingung dan prihatin apakah gajinya terbayarkan atau tidak akhir bulan ini.

Lalu kemana uangnya yang jutaan yen hasil penjualan selama ini?

Adakah kemungkinan dibayarkan ke kelompok yakuza di Jepang?

Tidak sedikit yang menduga demikian dan sudah seminggu polisi pun masih mencari keberadaan bos Harenohi tersebut yang belum juga ditemukan hingga hari ini, Sabtu (13/1/2018).

Info lengkap yakuza dapat dibaca di www.yakuza.in.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas