Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Ratusan Relawan Termasuk Pelari Ikut Latihan Bantuan Darurat Menjelang Tokyo Marathon di Jepang

Ratusan orang termasuk relawan dan pelari ikut serta dalam latihan bantuan darurat menjelang Tokyo Marathon di Jepang.

Ratusan Relawan Termasuk Pelari Ikut Latihan Bantuan Darurat Menjelang Tokyo Marathon di Jepang
NHK
Latihan melakukan bantuan darurat menggunakan AED (Sesi belajar untuk belajar bagaimana menggunakan AED sebelum maraton Tokyo Marathon bulan Februari 2018). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Ratusan orang termasuk relawan dan pelari ikut serta dalam latihan bantuan darurat menjelang Tokyo Marathon di Jepang yang akan berlangsung Februari 2018 mendatang.

Pelatihan darurat ini belajar bagaimana menggunakan Automated External Defibrillator (AED) yang berlangsung, Sabtu (13/1/2018) di Tokyo Big Sight.

"Sekitar 300 orang termasuk relawan dan pelari ikut berpartisipasi dalam acara tersebut," ungkap sumber Tribunnews.com, Sabtu (13/1/2018).

Peserta mendengarkan penjelasan dari seorang dosen yang berkualifikasi sebagai instruktur pertolongan pertama, lalu dipraktikkan menggunakan boneka seperti pijatan jantung dan cara menggunakan AED.

Baca: La Nyalla Laporkan Oknum Politisi Gerindra ke KPK dan Polri

"Karena tingkat resusitasi memburuk seiring berjalannya waktu, tidak ada reaksi bahkan jika ada suara besar yang diberikan kepada orang yang jatuh, dan bila ada kelainan dalam bernapas, dipandu dan penting untuk melakukan tindakan yang menyelamatkan jiwa tanpa ragu-ragu," tambahnya.

Tokyo Marathon yang dimulai pada tahun 2007, delapan orang telah dibawa ke cardiopulmonary pada tahun 2017.

Namun beberapa orang di sekitar kita dapat segera merespons dengan menggunakan AED, dan lain-lain, sehingga mereka semua dapat pulih kembali.

Baca: Ade Komarudin Sempat Meneteskan Air Mata Pasca Operasi Syaraf

"Tadinya sih malu. Tetapi kini saya ingin bisa mengatasi dengan baik sehingga ikut pelatihan ini," kata seorang wanita berusia 40-an yang terlibat sebagai sukarelawan.

Tokyo Marathon selalu diikuti oleh 36.000 pelari, akan berlangsung pada tanggal 25 Februari 2018, termasuk puluhan pelari dari Indonesia sudah mendaftar.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Dewi Agustina

Baca Juga

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas