Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Kapal Jelajah Amfibi AS Memasuki Pangkalan Laut Nagasaki Jepang Disiapkan Menuju Semenanjung Korea

Sebuah kapal jelajah amfibi AS yang dapat mengoperasikan pesawat tempur (stealth) F35B bergerak memasuki Pangkalan Angkatan Laut AS Sasebo.

Kapal Jelajah Amfibi AS Memasuki Pangkalan Laut Nagasaki Jepang Disiapkan Menuju Semenanjung Korea
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Sekitar 30 anggota federasi buruh pelabuhan Sasebo Nagasaki melakukan unjuk rasa menentang kedatangan kapal jelajah AS. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sebuah kapal jelajah amfibi Amerika Serikat (AS) tipe Wasp yang dapat mengoperasikan pesawat tempur (stealth) F35B bergerak memasuki Pangkalan Angkatan Laut AS Sasebo di Perfektur Nagasaki, Minggu (14/1/2018).

Organisasi buruh Pelabuhan Sasebo memprotes dan melakukan demonstrasi (unjuk rasa) di dermaga Pelabuhan Sasebo, diikuti lebih dari 30 orang berkumpul.

"Kami dengar bahwa kapal tersebut akan dikirim ke Korea Utara, namun hanya menimbulkan ketegangan, perdamaian tidak akan terjadi apabila disertai dengan kekerasan," kata Hiroshi Kashimoto anggota unjuk rasa tersebut.

Baca: Fredrich Yunadi: Anak Buah Saya Cewek Dapat Ancaman dari KPK

Pada saat kapal Wasp memasuki pelabuhan, para peserta unjuk rasa meneriakkan, "Kapal penyerang kami tolak! Jangan ada perang!"

Lingkungan keamanan di sekitar Asia Timur menjadi lebih parah, termasuk Korea Utara yang melakukan pembangunan nuklir dan rudal dan China meningkatkan gerakan untuk memperluas lautnya di China Selatan.

Angkatan Laut AS membawa kapal jelajah pendarat amfibi sebagai kapal penyerang kapal induk Wasp ke markas Sasebo di Perfektur Nagasaki, tiba di Pelabuhan Sasebo sekitar jam 9 pagi ini.

Baca: Sehari Sebelum Penangkapan Fredrich Waswas Banyak Mobil Datang ke Gang Rumahnya

Kapal induk ini dengan panjang total sekitar 250 meter dan berbobot mati 4532 ton dikerahkan dengan nama kapal penyerang amfibi USS Bonhomme Richard (LHD-6) lainnya, dengan sekitar 1.100 awak kapal dan 1600 marinir yang dapat melakukan operasi pendaratan dan sebagainya.

Selain itu, selain pesawat Osprey berupa pesawat pendaratan tegak lurus itu, pesawat tempur F35B yang bergerak di pangkalan Iwakuni di Angkatan Darat AS di Prefektur Yamaguchi juga ikut dalam rombongan kapal jelajah tersebut.

Baca: BREAKING NEWS: Polisi Gerebek Pesta Seks Sesama Jenis di Vila Kawasan Cipanas

"Sebagai bagian dari rencana jangka panjang untuk mengirimkan unit terbaru dan sangat berkemampuan ke kawasan Asia Pasifik. Operasi F35B akan dapat dilakukan lepas landas dari tanah atau kapal, dan kekuatannya akan meningkat," demikian komentar Angkatan Laut AS menanggapi penempatan Wasp.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas