Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Mau Tahu Kota Paling Berbahaya di Dunia? Ternyata Letaknya Tak Jauh dari Indonesia

Dalam pengamatan saya, harga hotel di kota ini juga merupakan salah satu yang paling mahal di dunia, nyaris menyamai Tokyo dan New York.

Mau Tahu Kota Paling Berbahaya di Dunia? Ternyata Letaknya Tak Jauh dari Indonesia
Wikipedia
Salah satu sudut kota Port Moresby, Papua Niugini. 

TRIBUNNEWS.COM, PNG - Port Moresby merupakan kota terbesar sekaligus ibu kota Papua Niugini (PNG), tetangga Indonesia.

Kota berpenduduk sekitar 500.000 jiwa ini memiliki status sama seperti provinsi lain di PNG dan memiliki nama resmi National Capital District (NCD).

Saya kebetulan menginap di salah satu hotel terbaik di Port Moresby yang berada 10 kilometer atau berjarak sekitar 5 menit dari bandara.

Namun, yang membedakan hotel ini dengan hotel lain adalah pada pintu gerbang yang selalu tertutup rapat dengan penjagaan ketat.

Tembok tinggi dan kawat berduri juga mengelilinginya. Wah, mirip penjara saja, komentar kolega saya sambil menggeleng-gelengkan kepala.

Pengamanan di hotel juga cukup ketat. Untuk masuk ke lift, kita harus punya kunci akses, demikian juga untuk pindah dari koridor ke koridor lain, tak terkecuali untuk menuju ke restoran di lantai tujuh.

Tepat di pintu lobi, selain satpam berseragam putih hitam, ada juga petugas keamanan berseragam hitam-hitam dengan senjata terhunus selalu siap siaga di tangan.

Baca: Anak-anak Muslim yang mengalami perundungan sekolah di India

Peta letak kota Port Moresby, PNG.(Thinkstock).
Peta letak kota Port Moresby, PNG.(Thinkstock). ()

Lucunya, pengamanan superketat seperti ini ternyata bukannya membuat kita merasa aman, tetapi membuat saya bertanya-tanya, ada apa dengan kota ini?

Sebagian pertanyaan ini terjawab ketika pihak concierge melarang kami berjalan kaki keluar hotel.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Intisari
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas